News Ticker

Analis: Arab Saudi Proxy War AS di Timur Tengah

Jum’at, 24 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, AMERIKA – Arab Saudi melawan pengaruh Iran yang berkembang di Timur Tengah, adalah tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat, seorang aktivis politik Amerika di Maryland mengatakan.

“Sedikit sekali negara di dunia ini yang memiliki catatan HAM yang mengerikan sebagaimana Arab Saudi, namun hal itu tidak menghentikan AS untuk mempersenjatainya untuk mengeksekusi tujuan kebijakan luar negerinya, terlepas dari presiden mana yang duduk di Gedung Putih atau kekejaman terbaru apa pun yang dilakukan oleh kerajaan Al Saud,” kata Myles Hoenig, yang mencalonkan diri untuk Kongres AS pada 2016 sebagai kandidat Partai Hijau.

“Dengan beberapa pengecualian di masa lalu, pemerintah AS telah menyambut baik peluang untuk memperluas jangkauan kekaisarannya melalui proxy seperti Arab Saudi,” kata Hoenig kepada Press TV pada hari Kamis.

“Kedua sayap kongres AS melihat Iran sebagai faktor de-stabilisasi di Timur Tengah, … mendukung Arab Saudi secara militer adalah jawaban murah, daripada mengirim lebih banyak militernya,” tambahnya.

Arab Saudi telah mencapai kesepakatan senilai $ 7 miliar dengan pabrik senjata Amerika untuk amunisi dengan panduan presisi, kata beberapa sumber. Ini sebuah pertanda bahwa kerajaan dan sekutunya bersikeras untuk terus maju dengan perang selama bertahun-tahun di Yaman, meski mendapat tekanan internasional.

Kesepakatan senjata dengan Raytheon dan Boeing adalah bagian dari kesepakatan senilai $ 110 miliar antara Washington dan Riyadh yang bertepatan dengan kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Arab Saudi pada bulan Mei, Reuters melaporkan pada hari Rabu.

Departemen Luar Negeri AS secara resmi belum memberi tahu Kongres AS mengenai kontrak tersebut, yang diperkirakan akan menarik kemarahan dari anggota parlemen yang menganggap kesepakatan tersebut membuat AS menjadi kaki tangan dalam perang Arab Saudi melawan tetangganya yang miskin di selatan. [ARN]

Iklan

1 Comment on Analis: Arab Saudi Proxy War AS di Timur Tengah

  1. Negara imperialis hanya mencari keuntungan dari peperangan itu sendiri, mrk TDK perduli HAM dan demokrasi….Krn negara barat mmg munafik….TDK bs dijadikan negara sahabat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: