News Ticker

HRW: UU Anti-Terorisme Saudi Menggelikan

Jum’at, 24 November 2017,

NEW YORK, ARRAHMAHNEWS.COM – Human Rights Watch (HRW) telah dengan keras mengecam undang-undang kontraterorisme baru Arab Saudi, dengan mengatakan bahwa hal itu hanya akan digunakan untuk lebih jauh menghalangi munculnya perbedaan pendapat yang akan mengganggu kepentingan penguasa di seluruh kerajaan.

Kelompok yang berbasis di New York itu menyebut dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (24/11) bahwa undang-undang yang diperkenalkan awal bulan ini tersebut, akan memungkinkan pihak berwenang di kerajaan ultra konservatif itu untuk membungkam kritik apapun.

“Pihak berwenang Saudi sudah secara metodis membungkam dan mengunci kritik damai dengan tuduhan palsu,” bunyi pernyataan tersebut.

Baca: Arab Saudi Tangkap Orang Terkaya Kedua di Kerajaan

“Alih-alih memperbaiki undang-undang yang kasar, pemerintah Saudi menggandakan diri dengan proposisi menggelikan bahwa kritik terhadap putra mahkota adalah tindakan terorisme,” jelas pernyataan itu lebih lanjut.

Di tempat lain dalam pernyataan tersebut, HRW mengatakan bahwa undang-undang baru itu mencakup “definisi yang terlalu luas” tentang tindakan terorisme, yang tidak terbatas hanya pada tindakan kekerasan saja.

Menurut harian Saudi Gazette dan media lokal lainnya, undang-undang tersebut mencakup hukuman penjara sampai 10 tahun karena menghina raja dan putra mahkota serta hukuman mati atas tindakan terorisme lainnya.

Perundang-undangan baru tersebut, yang menggantikan undang-undang kontraterorisme lain yang diperkenalkan pada tahun 2014, yang padahal itupun sudah dikritik secara luas, muncul saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengkonsolidasikan kekuasaan sampai pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Saudi baru-baru ini.

Baca: Jenderal Soleimani: Wakil Putra Mahkota Saudi “Mohammed bin Salman” Bisa Membunuh Raja demi Merebut Takhta

Pengesahan undang-undang tersebut bertepatan dengan tindakan keras pemerintah terhadap elite kerajaan, dengan dalih memerangi korupsi.

Tidak ada komentar segera atas pernyataan pewaris tahta atau otoritas lainnya di kerajaan tersebut, yang telah lama dikritik karena catatan hak asasi manusianya.

Baca: HRW: Barat Harus Berhenti “Diam” Atas Pelanggaran HAM Saudi

Pada bulan Mei, seorang pelapor khusus PBB mengenai hak asasi manusia telah menuntut agar kerajaan tersebut berhenti menggunakan “definisi terorisme yang tidak dapat diterima secara luas” yang selama ini mereka gunakan untuk menargetkan pembela hak asasi manusia, penulis, blogger dan kritikus lainnya. (ARN)

Iklan

1 Comment on HRW: UU Anti-Terorisme Saudi Menggelikan

  1. owww arab onta kaum quraisy dan jahilliyah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: