News Ticker

Moskow: Kehadiran Militer AS di Suriah Seperti Pendudukan

Jum’at, 24 November 2017,

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Rusia mengatakan bahwa kehadiran militer AS di Suriah terlihat seperti sebuah pendudukan karena melanggar undang-undang internasional dan tidak memiliki otorisasi dari pemerintah Damaskus.

Baca: Demonstrasi di 35 Kota Amerika Kecam Serangan Trump ke Suriah

“Dari sudut pandang hukum internasional, Amerika Serikat tetap secara ilegal berada di Suriah. Mereka tidak memiliki izin resmi atau undangan dari Damaskus,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Kamis (23/11).

“Mereka menentang kehendak pemerintah sah Suriah, tanpa dasar hukum, jadi sebenarnya perilaku mereka sangat mirip dengan pendudukan,” tambahnya.

Pada tanggal 13 November, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan bahwa AS tidak akan meninggalkan Suriah sampai perundingan damai yang ditengahi oleh PBB di kota Jenewa di Swiss membuat kemajuan.

“Musuh belum menyatakan bahwa mereka telah selesai dengan kawasan tersebut, jadi kami akan terus berjuang selama mereka ingin berperang,” katanya, mengklaim bahwa Washington melakukan operasi militer di Suriah berdasarkan mandat PBB.

Suriah bereaksi dengan marah atas ucapan Mattis, mengutuk kehadiran militer AS di negara tersebut sebagai “tindakan agresi.”

Baca: Perang Rusia-Amerika di Langit Suriah Tak Terhindarkan

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mengecam intervensi Amerika itu sebagai tindakan ilegal.

“Sangat menarik bagaimana AS membenarkan kehadirannya yang tidak sah di sana, karena tidak bergantung pada keputusan Dewan Keamanan PBB atau atas undangan pemerintah yang sah,” katanya.

Rusia telah melakukan serangan udara terhadap Daesh dan kelompok teroris lainnya di Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus sejak September 2015.

Sebaliknya, AS dan sekutu-sekutunya mendukung militan yang berambisi untuk menggulingkan pemerintah Suriah. Pesawat tempur Amerika telah mengebom Suriah sejak September 2014 tanpa mendapat otorisasi dari Damaskus atau sebuah mandat PBB, yang telah merusak infrastruktur negara secara serius. Serangan udara pada banyak kesempatan mengakibatkan korban sipil dan berlawanan dengan klaim mereka untuk melawan terorisme. (ARN)

Iklan

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Laporan: Pentagon Segera Kerahkan 2000 Tentara AS di Suriah – ArrahmahNews
  2. Jurnal Militer AS Akui Kemenangan Rusia di Suriah – ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: