News Ticker

NRC: Saudi Bohong tentang Pengangkatan Blokade Yaman

Jum’at, 24 November 2017,

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah badan bantuan ternama mengatakan bahwa blokade Arab Saudi menyatakan bahwa belum ada realisasi dari pengumuman Arab Saudi mengenai pengangkatan Blokade atas Yaman.

Jan Egeland, mantan kepala bantuan PBB yang sekarang mengepalai Dewan Pengungsi Norwegia (Norwegian Refugee Council / NRC), menyatakan pernyataan tersebut pada hari Kamis (23/11), sehari setelah koalisi militer pimpinan-Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka akan mengangkat pengepungan tersebut ke negara miskin ini dan akan memberi akses masuknya bantuan kemanusiaan.

Baca: Tak Henti Siksa Yaman, Saudi Borong Amunisi Senilai 7 juta Dolar dari AS

Egeland, yang kelompok amalnya telah membantu satu juta orang Yaman sebelumnya, menyambut pengumuman oleh koalisi Saudi untuk menghapus blokade di kota pelabuhan barat Yaman di Hudaydah dan bandara internasional ibu kota Sana’a, namun ternyata tidak ada realisasi dari pernyataan Saudi tersebut.

“Kami hanya melihatnya secara tertulis saja dan belum melihatnya terjadi, ” ungkap badan amal tersebut.

Egeland juga mengatakan bahwa blokade yang melumpuhkan Yaman adalah “hukuman kolektif ilegal” terhadap negara itu, sekitar tujuh juta rakyat Yaman saat ini berada di ambang kelaparan yang mengerikan.

Baca: MIRIS! Akibat Blokade Saudi, Wabah Penyakit Baru Menyebar di Yaman

Sementara itu, Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan, juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengepungan Saudi masih ada kendati ada janji Riyadh untuk mengangkatnya, dengan mengatakan bahwa “Kami belum melihat pergerakan apapun sekarang. “

Lebih lanjut ia mengumumkan bahwa pejabat PBB telah mengajukan permintaan kepada koalisi militer untuk melakukan pengiriman melalui Hudaydah dan Sana’a, dengan mengatakan bahwa “harapan dan ekspektasinya” adalah bahwa jaringan jalur bantuan penting akan dibuka kembali pada hari Jumat.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah pada hari Kamis bahwa dibukanya kembali lalu lintas komersial sangat penting dilakukan.

Baca: Diblokade Saudi, 500 Anak Yaman Kekurangan Gizi Per Minggu

“Yaman membutuhkan lebih dari sekedar bantuan agar bisa selamat dari krisis dan mencegah kelaparan,” kata juru bicara ICRC Iolanda Jaquemet.

Aktivis Yaman, Nasser Arrabye dalam postingannya pada hari Jum’at juga menegaskan bahwa tak ada bantuan masuk melalui bandara Sana’a. Aktivitas disana masih dibawah blokade Arab Saudi.

Sementara, sumber kami lainnya, Hussain AlBukhaiti menerangkan krisis obat-obatan dan kekacauan keadaan akibat terang telah menimbulkan sebuah wabah penyakit baru menyusul wabah kolera yang sebelumnya sudah menelan korban ribuan masyarakat sipil Yaman. (ARN)

Iklan
  • Harimau Jokowi Resmi Laporkan Fadli Zon ke Bareskrim
  • Jokowi Terobos Hujan Lebat di Samosir
  • Menkeu Sri Mulyani
  • Tous Les Jours Toko Roti "Rasis" Ala Kadrun
  • Proyek Wahabi di Sekolah dan Kampus
  • Sokarno dan Jokowi
  • Jokowi
  • Menristekdikti

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: