News Ticker

Qatar: Kebijakan Arab Saudi Hancurkan Timur Tengah dan Ancam Perdamaian

Jum’at, 24 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, DOHA – Kebijakan Arab Saudi yang “impulsif” dan “ciptakan krisis” mengancam perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, kata Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dan menuduh rezim Riyadh ciptakan krisis baru untuk menutupi masa lalu.

“Saya berasal dari daerah yang penuh dengan ekstremisme,” kata Thani dalam sebuah konferensi anti-teror yang disponsori Qatar di London pada hari Kamis. “Meskipun Timur Tengah pernah menjadi wilayah perdamaian dan koeksistensi, sayangnya telah berubah menjadi kawasan teroris dan otoriter dimana ekstremisme berkembang.”

Mengutuk kebijakan regional Arab Saudi, dia menambahkan bahwa “akar penyebab terorisme” di kawasan ini adalah “tirani, otoritarianisme dan tidak adanya keadilan.”

Menlu Qatari juga mengatakan kepada wartawan bahwa Arab Saudi secara langsung bertanggung jawab atas “malapetaka” yang terjadi di Yaman, yang menyebabkan ribuan orang Yaman tewas dan menghancurkan infrastruktur negara tersebut sejak dimulai pada Maret 2015.

“Proses politik menemui jalan buntu dan kami melihat situasinya menjadi lebih buruk,” katanya mengenai situasi di Yaman

Dia juga menuduh Riyadh “berusaha menekan” Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri untuk mengundurkan diri, mengacu pada pernyataan pengunduran dirinya yang tampaknya dipaksa dalam sebuah perjalanan ke Riyadh pada awal bulan ini. PM Lebanon menarik pengunduran diri setelah kembali ke Beirut awal pekan ini.

Hasil “semua kebijakan ini … negatif,” kata Thani kepada wartawan.

Akhirnya, Menlu Qatari menganggap Riyadh bertanggung jawab atas perselisihan selama berbulan-bulan antara Qatar dan kuartet Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Libya, Bahrain dan Mesir “tanpa strategi penyelesaian.”

“Kebijakan yang sejauh ini telah menghasilkan hasil positif? Ini semua kontraproduktif terhadap stabilitas di kawasan ini” kata Thani tentang kebijakan rezim Riyadh.

Blok tersebut memotong hubungan diplomatik mereka dengan Qatar pada 5 Juni, menuduhnya mensponsori “terorisme” dan mendestabilisasi kawasan. Mereka juga memberlakukan sanksi terhadap negara tersebut, termasuk pembatasan pesawat Qatar yang menggunakan wilayah udara mereka. Doha menolak klaim tersebut, dan mengatakan bahwa para pemboik telah menyerang kedaulatannya. [ARN]

About ArrahmahNews (12477 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: