News Ticker

Drone Mesir Bunuh 15 Militan yang Terlibat dalam Serangan di Masjid Sinai

Sabtu, 25 November 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, MESIR – Sedikitnya 235 orang tewas dalam ledakan dan penembakan di masjid kemarin di Semenanjung Sinai, utara Mesir.

Baca: Serangan Bom Guncang Masjid di Mesir, Tewaskan 85 Orang

Pesawat tak berawak Mesir telah membunuh 15 militan yang terlibat dalam serangan teroris di masjid Al Rawdah, yang terletak di sebelah barat kota Arish, Semenanjung Sinai, Sky News Arabia melaporkan, dan menambahkan bahwa serangan telah dilakukan di padang pasir, sebuah daerah yang dekat dengan lokasi ledakan mematikan.

Setelah serangan tersebut, Presiden Abdel Fattah al-Sisi telah berjanji akan menanggapi dengan “kekuatan brutal” terhadap militan, dan menambahkan bahwa “tentara dan polisi akan membalaskan dendam para martir kami dan mengembalikan keamanan dan stabilitas dengan kekuatan dalam waktu singkat.”

Baca: Mesir Umumkan Tiga Hari Berkabung Nasional Pasca Serangan Teror

“Mesir memerangi terorisme di seluruh wilayah, seluruh dunia harus tahu bahwa apa yang terjadi adalah usaha untuk menghentikan usaha anti-teror kita, upaya untuk mematahkan niat kita yang bertujuan menggagalkan rencana kriminal yang mengerikan yang ditujukan untuk menghancurkan wilayah kita,” kata Sisi.

Menurut sumber Sputnik di pasukan keamanan Mesir, “semua kekuatan di seluruh Semenanjung Sinai utara telah dimobilisasi untuk mencari para penyerang.”

“Angkatan bersenjata terlibat dalam pencarian orang-orang yang terlibat dalam penyerangan masjid Rawda. Semua jalan menuju daerah tersebut telah diblokir, saat ini operasi pembersihan sedang berlangsung di desa, dan di semua permukiman warga,” kata sumber tersebut, dan menambahkan bahwa pos pemeriksaan telah diperkuat.

Ledakan Masjid yang Mematikan Sinai

Ledakan tersebut, yang diikuti oleh tembakan, dilaporkan membunuh 235 orang saat sholat Jumat, dan ratusan lainnya terluka, sementara jumlah korban tewas terus meningkat.

Baca: Israel Akan Pindahkan Palestina ke Sinai

Sputnik telah berbicara dengan seorang sumber di dinas keamanan provinsi tersebut, yang mengatakan bahwa militan radikal telah mengancam kelompok sufisme sebelum terjadi ledakan bom di masjid tersebut. Menurut sumber lain di dinas keamanan setempat, shalat Jumat di masjid tersebut biasanya menampung hingga 500 orang, yang menjelaskan jumlah korban tewas akan terus meningkat.

Sementara pihak berwenang negara tersebut telah mengumumkan berkabung tiga hari, Presiden Mesir El-Sisi dijadwalkan mengadakan pertemuan keamanan darurat untuk membahas serangan mematikan tersebut, dan sebuah penyelidikan telah diluncurkan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: