News Ticker

Laporan: Pentagon Segera Akui Kerahkan 2000 Tentara AS di Suriah

Sabtu, 25 November 2017,

PENTAGON, ARRAHMAHNEWS.COM – Departemen Pertahanan AS kemungkinan akan mengumumkan secara terbuka bahwa ada lebih dari 2.000 tentara Amerika di Suriah, jauh lebih banyak dari laporan sebelumnya yang menyebutkan jumlahnya sekitar 500 orang.

Reuters melaporkan bahwa menurut dua pejabat AS yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya pada hari Jumat (24/11), Pentagon akan mengumumkannya pada hari Senin.

Baca: Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Ilegal

Perkembangan ini muncul saat militer mengetahui bahwa Force Management Level (FML), sebuah sistem akuntansi untuk pasukan, telah gagal melaporkan jumlah sebenarnya dari pasukan AS di negara yang dilanda perang tersebut.

FML diperkenalkan di Irak dan Suriah selama pemerintahan mantan Presiden Barack Obama sebagai cara untuk mengendalikan militer. Namun, jumlahnya tidak mencerminkan ukuran aktual pasukan AS di lapangan karena para komandan terkadang membawa pasukan sementara atau mempekerjakan lebih banyaktentara bayaran.

Baca: Moskow: Kehadiran Militer AS di Suriah Seperti Pendudukan

FML saat ini secara resmi menyatakan ada 503 tentara di Suriah, namun pejabat AS secara pribadi mengakui bahwa jumlah sebenarnya lebih tinggi daripada angka yang dilaporkan.

Desember lalu, Pentagon mengumumkan akan meningkatkan jumlah tentara AS di Suriah menjadi 500, namun tidak jelas untuk berapa lama jumlahnya membengkak hingga sekitar 2.000.

Sebuah konflik bersenjata pecah di Suriah pada tahun 2011 dan segera berubah menjadi aksi militansi dukungan asing campur aduk dengan kelompok teroris, termasuk Daesh. Sejak September 2014, AS telah memimpin sebuah koalisi sekutu dalam sebuah kampanye pengeboman udara terhadap apa yang mereka klaim sebagai posisi Daesh di Suriah.

Koalisi pimpinan AS tidak pernah meminta atau mendapatkan izin untuk beroperasi di wilayah perbatasan Suriah, tidak berkoordinasi dengan pemerintah atau militer Suriah, dan telah gagal mencapai tujuan yang dinyatakannya untuk menghancurkan Daesh.

Baca: Amerika Surga Senjata Bagi Teroris Suriah

Berdasarkan data FML, di Irak ada 5.262 tentara AS. Namun salah satu pejabat mengatakan bahwa jumlah sebenarnya tidak seperti yang diumumkan karena “sensitivitas bangsa tuan rumah,” mengacu pada kepekaan politik tentang pasukan Amerika di negara tersebut.

AS secara luas dituduh membantu Daesh di Irak dan Suriah dengan berbagai cara, termasuk melakukan serangan udara demi kepentingan mereka dan menyerang pasukan lokal selama operasi melawan kelompok teror “dukungan” AS tersebut. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: