Headline News

Pemimpin Houthi: Saudi Berencana Tingkatkan Perang Terhadap Yaman

Minggu, 26 November 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, YAMAN – Pemimpin gerakan Houthi Ansarullah Yaman Abdul Malik Badreddin al-Houthi memperingatkan bahwa Arab Saudi dan sekutunya berusaha untuk meningkatkan kampanye mematikan mereka di Yaman untuk mengkompensasi kerugian yang mereka derita dalam konflik regional lainnya.

Houthi mengatakan dalam sebuah pidato di televisi pada hari Sabtu bahwa Arab Saudi berencana untuk memperluas cakupan agresi militernya terhadap Yaman.

BacaPemimpin Houthi: Perang yang Dipimpin Saudi di Yaman Gagal Mencapai Tujuan

Selama hampir tiga tahun, Arab Saudi telah mengebom infrastruktur Yaman dengan alasan bahwa mereka ingin mengembalikan seorang presiden yang telah mengundurkan diri dan mengusir kaum Houthi dari ibukota Yaman, Sana’a. Lebih dari 12.000 orang, kebanyakan dari mereka warga sipil, telah terbunuh dan jutaan lainnya telah mengungsi akibat kampanye tersebut.

Abdul Malik mendesak rakyat Yaman untuk bersiap menghadapi agresi habis-habisan oleh Arab Saudi dan sekutunya, dengan mengatakan bahwa kerajaan tersebut sedang mencari jalan keluar dari krisis legitimasi yang tengah dihadapi menyusul kekalahan dalam perang di Irak dan Suriah.

Baca: GAME OVER! Perang Yaman Takdir Kehancuran Kerajaan Saudi

Arab Saudi adalah pendukung utama kelompok militan yang telah beroperasi melawan pemerintah Irak dan Suriah selama beberapa tahun terakhir. Kelompok-kelompok tersebut sekarang telah diberantas sebagaimana pernyataan pemerintah Suriah akhir-akhir ini tentang kemenangan penuh atas teroris ISIS Takfiri di Albukamal.

Normalisasi dengan Israel sama saja menghina Nabi

Di tempat lain dalam sambutannya, pemimpin Ansarullah mengisyaratkan upaya Saudi baru-baru ini, menormalisasi hubungan dengan rezim Israel, dan mengatakan bahwa Riyadh telah menjadi bagian dari sebuah klub kekuatan regional dan Barat yang berusaha melemahkan Islam dan menggoyahkan dunia Muslim.

BacaPemimpin Houthi: Arab Saudi Mengeksekusi Plot Amerika dan Zionis di Yaman

Abdul Malik, yang berbicara pada kesempatan ulang tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid), mengatakan bahwa kelalaian Arab Saudi memungkinkan seorang tokoh Zionis memasuki tempat suci Nabi, merupakan penghinaan terhadap Nabi dan Islam secara umum.

Pemimpin Houthi sedang merujuk pada seorang blogger Israel yang merilis gambar kehadirannya di Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi pada awal pekan ini. Insiden tersebut memicu kemarahan besar di seluruh dunia Muslim dan banyak yang menyebutnya sebagai contoh standar ganda Saudi, karena blogger tersebut, yang memiliki sejarah jurnalisme dengan Times of Israel, telah diundang oleh otoritas Saudi untuk menghadiri sebuah konferensi di negara tersebut. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: