Arab Saudi

Politisi Libanon: Reformasi Putra Mahkota Saudi Sia-sia Jika Masih Serang Yaman

Minggu, 26 November 2017,

BEIRUT, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemimpin Partai Sosialis Progresif Lebanon (PSP), Walid Jumblatt, memperingatkan Arab Saudi bahwa rencana modernisasi kerajaan tersebut akan berakhir dengan kegagalan kecuali Riyadh menghentikan perang mematikannya terhadap negara Yaman yang miskin.

Baca: Atwan: Operasi Sapu Bersih Bin Salman Awal Perang Besar Timur Tengah

Mengacu pada Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam postingan twitternya pada hari Sabtu (25/11), Jumblatt mengatakan: “Tantangannya sangat besar dan modernisasi Kerajaan adalah kebutuhan bagi Islam dan Arab, namun misi ini tidak dapat berhasil jika perang Yaman masih berlanjut.”

“Cukup sudah dengan kehancuran dan pengepungan di Yaman, dan cukup sudah dengan banyaknya pengurasan sumber daya manusia dan material atas rakyat dan kekayaan Kerajaan,” tambahnya. “Biarkan rakyat Yaman memilih siapa yang diinginkannya,” kata politisi veteran Lebanon itu.

Baca: Guardian: Apakah Tangan Kotor Bin Salman Mampu Perangi Korupsi?

Koalisi militer yang dipimpin oleh Saudi telah terus-menerus menyerang Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia rezim di Riyadh, yang sudah mengundurkan diri dan lari ke Saudi.

Baca: Inilah Upaya Mohammed Bin Salman Lenyapkan Pesaingnya Sebelum Naik Tahta

Menurut angka terbaru, perang sejauh ini telah membunuh lebih dari 12.000 orang Yaman dan melukai ribuan lainnya. Agresi Saudi juga menghancurkan banyak fasilitas dan infrastruktur negara, menghancurkan banyak rumah sakit, sekolah, dan pabrik. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: