Arab Saudi

Saudi Masih Blokade Pelabuhan, Rakyat Yaman Diambang Kehancuran Mengerikan

Minggu, 26 November 2017,

HUDAYDAH, ARRAHMAHNEWS.COM – Direktur Organisasi Pelabuhan Laut Merah, Mohammed Abu Bakr al-Saqqaf, mengatakan pada hari Sabtu (25/11) bahwa tidak ada kapal yang sampai ke pelabuhan Hudaydah dan Salif sejauh ini dan bahwa aliansi agresi Saudi-Amerika itu telah memberi pengumuman yang menyesatkan.

Baca: NRC: Saudi Bohong tentang Pengangkatan Blokade Yaman

Laporan Yemen Extra menyebut bahwa Direktur Organisasi itu mengatakan bahwa agresi Saudi menargetkan semua kapal dan perahu yang berusaha memasuki pelabuhan Hudaydah sejak awal agresi dan pengepungan di Yaman pada tanggal 26 Maret 2015. Al-Saqqaf mengungkap bahwa agresi Saudi tidak terbatas pada penargetan kapal, namun juga melakukan pelacakan.

Ia meminta PBB serta organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia untuk memberi tekanan kepada aliansi agresi agar membuka kembali pelabuhan Hudaydah yang merupakan jalur kehidupan jutaan orang Yaman.

Meski dikabarkan telah memperbolehkan beberapa pesawat bantuan mendarat di bandara Sana’a, namun Saudi masih tidak mengizinkan kapal bantuan mendekati pelabuhan. Ia juga menunjukkan bahwa terus berlanjutnya blokade atas pelabuhan Hudaydah menandakan bahwa bencana kemanusiaan Yaman adalah tanggung jawab koalisi Saudi dan komunitas internasional yang hanya diam menyaksikan hal ini.

Al Saqqaf menyoroti bahwa kedatangan bantuan kemanusiaan ke pelabuhan Hudaydah akan menyelamatkan  mereka yang terkena dampak agresi dan pengepungan.

Baca: MIRIS! Akibat Blokade Saudi, Wabah Penyakit Baru Menyebar di Yaman

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berbohong pada hari Jumat dengan menyebut agresor Saudi telah membuka pengepungan atas pelabuhan Hudaydah, menyatakan bahwa koalisi agresi masih terus mencegah kapal-kapal mencapai pelabuhan tersebut.

Mengkonfirmasi soal masih berlangsungnya blokade Saudi ini, Arrahmahnews menghubungi sumber kami di Yaman.

“Tidak, blokade masih berjalan,” ungkap Hussam AlSanabani menekankan bahwa keberadaan bahan bakar di Yaman sudah sangat menipis hingga bisa dikatakan benar-benar mendekati kosong.

Palang Merah Internasional sebelumnya pada Kamis (24/11) juga merilis daftar kota-kota di Yaman yang darurat bahan bakar, dimana jika bahan bakar habis, maka mesin mesin pemompa air bersih akan berhenti bekerja, dan wabah penyakit segera membludak karena air bersih sudah tidak lagi tersedia.

Baca: ICRC: Blokade Saudi Jadikan Kota-kota Yaman Tanpa Air

Telah diperingatkan oleh beberapa lembaga HAM maupun Badan-badan bantuan kemanusiaan serta para aktivis bahwa penutupan pelabuhan Yaman yang terus berlanjut oleh koalisi Saudi dapat menyebabkan kelaparan terbesar di dunia yang pernah terjadi dalam beberapa dasawarsa.

20 juta rakyat Yaman memerlukan bantuan darurat, termasuk 11 juta anak-anak, di antaranya empat ratus ribu orang terancam mengalami malnutrisi akut.

Koalisi agresi AS-Saudi telah memperketat blokade ekonomi di Yaman sejak 4 November, menutup semua pelabuhan darat, laut dan udara ke Yaman demi meruntuhkan keteguhan rakyat Yaman yang telah menolak agresi selama hampir tiga tahun. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: