Eropa

Atwan: Penyesalan Omar Bashir atas Koalisi Sudan dengan AS-Zionis

Senin, 27 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Abdel Bari Atwan, pemimpin redaksi surat kabar Rai al-Youm, mengatakan bahwa ucapan Presiden Sudan Omar al-Bashir baru-baru ini di Rusia menunjukkan penyesalannya atas persahabatan Khartoum dengan koalisi AS-Zionis di masa lalu, dan keinginannya untuk kembali ke fornt perlawanan yang dipimpin oleh Iran.

“Ketika Omar al-Bashir, Presiden Sudan, menggarisbawahi penentangannya terhadap konfrontasi militer atau politik antara negara-negara Arab dan Iran setelah bertemu dengan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, dan mengatakan bahwa campur tangan AS dan Eropa menyebabkan krisis regional, ini berarti bahwa Bashir ingin memperbaiki posisinya dan mengembalikan negaranya ke posisi sebenarnya di lini depan perlawanan,” tulis Atwan pada hari Minggu.

“Presiden Sudan salah memutuskan dalam beberapa tahun terakhir, bahwa AS dan sekutu Arab-nya adalah solusi terakhir untuk masalah dan krisis di Sudan serta menghormati dan mendukung mereka,” tambahnya.

Atwan percaya bahwa ucapan Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman soal Iran, dan Bashir yang menentang perang melawan Teheran bukanlah sebuah kebetulan, dan menambahkan bahwa Presiden Sudan dengan sengaja menanggapi sekutu Saudi-nya dan mengumumkan pembelotan dari koalisi Arab yang dipimpin Saudi dalam perangnya melawan Yaman.

Dalam sebuah wawancara dengan Sputnik, Bashir berbicara tentang kemungkinan kerja sama militer dengan Rusia, serta situasi hotspot di negaranya, Darfur. Dia juga menuduh pemerintah AS berusaha “menghancurkan” dunia Arab.

“Kami memiliki informasi bahwa AS ingin membagi Sudan menjadi lima negara, jika kita tidak menemukan perlindungan,” kata Bashir, dan menambahkan bahwa Sudan menghadapi “tekanan besar dan persekongkolan dari Amerika Serikat.”

Washington telah “menghancurkan dunia Arab,” ujar Bashir, mengutip situasi di Afghanistan, Irak, Suriah, dan Yaman sebagai contoh.

Selama pertemuan minggu ini dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Bashir menyatakan bahwa negaranya membutuhkan perlindungan dari “agresi AS,” yang menekankan bahwa Presiden Sudan mengatakan bahwa pemisahan Sudan Selatan terkait dengan kebijakan AS. [ARN]

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: