Arab Saudi

Saudi Manjakan Inggris dengan Kemewahan Dihadapan Rakyat Yaman yang Kelaparan

Senin, 27 November 2017,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Setelah keterlibatan sangat jauh Inggris dalam perang Arab Saudi di Yaman terungkap, upaya-upaya Arab Saudi dalam memanjakan lobi-lobi Inggris di Saudi turut pula disorot.

Disaat serangan dan blokadenya menyebabkan jutaan warga Yaman didera kelaparan dan penyakit, Arab Saudi menghamburkan ratusan ribu pounsterling hanya untuk menjamu “tamu-tamu” Inggrisnya.

Baca: MEMALUKAN! Inggris Diam-diam Latih Tentara Saudi Perangi Yaman

Arab Saudi dilaporkan telah mengintensifkan upaya lobi sejak dimulainya perang mematikan di Yaman, dengan puluhan anggota parlemen Inggris telah menerima ribuan poundsterling dalam tunjangan mewah yang melanggar kode etik tersebut.

The Middle East Eye (MEE) melaporkan pada hari Minggu (26/11) bahwa anggota parlemen Inggris telah menikmati lebih dari 130.000 pounsterling di perhotelan Saudi saja sejak Maret 2015, awal kerajaan tersebut melancarkan kampanye militernya di Yaman.

Portal berita online itu mengutip angka terbaru yang diberikan oleh Daftar Keanggotaan Keuangan Anggota, dimana mereka memfokuskan pada biaya parlementer Inggris.

Baca: Di Tengah Perang Yaman, Saudi Tandatangani Kesepakatan Kerjasama Militer dengan Inggris

Layanan perhotelan itu mencakup penerbangan kelas bisnis, hotel mewah, santapan mewah dan pertemuan dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud serta pejabat senior.

Laporan tersebut mengatakan bahwa 13 anggota parlemen Konservatif, termasuk Leo Docherty, telah menerima total 87.467 poundsterling untuk biaya fasilitas perhotelan dari rezim Saudi tahun ini, hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan Saudi pada 2016 untuk layanan tersebut.

Docherty memimpin delegasi empat anggota parlemen backbench dalam perjalanan enam hari ke Arab Saudi pada bulan September. Selama kunjungan tersebut, setiap anggota parlemen menerima fasilitas layanan senilai 7.800 pounsterling dari Kementerian Luar Negeri Saudi, termasuk penerbangan kelas bisnis, akomodasi mewah dan makanan, transportasi dan layanan perhotelan yang tidak ditentukan.

Docherty, bagaimanapun, gagal untuk mengungkap maksud perjalanan tersebut, mendorong anggota parlemen Demokrat Liberal Tom Brake untuk mengirim surat keluhan kepada Kathryn Hudson, komisaris standar parlemen, dan meminta penyelidikan.

“Cukup buruk melihat kegagalan pemerintah [Inggris] yang terus-menerus mengutuk catatan hak asasi manusia Arab Saudi yang mengerikan, tapi sekarang kita melihat sekelompok anggota parlemen Tory yang sedang menikmati perjalanan gratis dari rezim Saudi,” kata Brake kepada MEE.

“Tugas seorang anggota parlemen adalah untuk mengawasi pemerintah dan hubungan mereka dengan rezim asing. Dengan menjadi teman terbaik bagi rezim yang sama menjadikan hampir tidak mungkin bisa membuat pengawasan forensik terhadap tindakan pemerintah Inggris,” tambahnya.

Baca: EKSLUSIF! Jejak Kejahatan Perang Sadis Saudi dan Koalisinya di Yaman

Angka tersebut muncul bersamaan dengan hubungan Riyadh-London yang mendapat sorotan setelah anggota parlemen Andrew Mitchell menuduh Inggris “terlibat secara berbahaya” dalam kebijakan Saudi terhadap Yaman yang “mempromosikan kelaparan.” Dia juga memperingatkan bahwa keterlibatan Inggris dalam Krisis Yaman “ditakdirkan untuk gagal secara strategis”. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: