NewsTicker

Ratusan Ulama Dunia Ikuti Konfrensi Internasional Persatuan Ulama ke-2 di Beirut

Kamis, 2 November 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, LEBANON – Konferensi Persatuan Ulama Perlawanan Internasional ke-2 yang dipimpin oleh Sheikh Maher Hamoud mulai berlangsung di Beirut pada hari Rabu (1/11/2017).

Menurut Hamoud, lebih dari 200 ulama lebih dari 80 negara telah mengambil bagian dalam acara dua hari di Beirut.

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menggarisbawahi perlunya menjadikan isu Palestina tetap sebagai isu utama umat Islam.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jendral Hizbullah Sheikh Naim Qassem merujuk pada kejahatan rezim Zionis, menekankan bahwa Palestina akan muncul sebagai pemenang akhir dalam pertempuran ini.

Mohamed al-Bouti, seorang ilmuwan Muslim Sunni yang terkenal, menggambarkan front perlawanan sebagai gerakan populer, dan menekankan bahwa kemenangan terakhir atas rezim Zionis dimungkinkan dengan mengisolasi kelompok Takfiri.

Sementara itu, dalam konferensi tersebut, Sekretaris Jenderal Forum Dunia untuk Kedekatan Sekolah Pemikiran Islam (WFPIST) Dr. Mohsen Araki menggarisbawahi bahwa “hari ini kita dapat mengatakan bahwa waktunya telah datang untuk kemenangan melawan AS”.

Pemimpin Partai Umat Nasional (NUP) Sudan Sadiq al-Mahdi menyerukan pembedaan antara Zionis rasis dan Yahudi.

Sementara, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dalam pesannya kepada Hamoud pada hari Rabu,  menyerukan agar terus berperang melawan Israel.

Pemimpin Tertinggi Iran menyatakan optimisme bahwa Allah menjanjikan kemenangan pasti dalam perang melawan rezim Israel ini.

“Tanpa diragukan lagi, para elit, ulama dan politisi ilmiah, serta pejabat negara-negara Muslim membawa tanggung jawab yang lebih berat, ini adalah perlawanan yang suci dan berakhir dengan baik. Janji Ilahi menjamin kemenangan pasti dari perlawanan,” dia kata.

“Kongres Anda hari ini merupakan bagian dari gerakan publik yang luas ini, semoga Tuhan membantu Anda sukses di jalan ini. Saya merekomendasikan semua individu, yang merasakan pentingnya tanggung jawab besar ini, untuk melanjutkan metode pertarungan yang berbeda dalam perang melawan rezim penjajah Zionis Israel,” Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dalam pesannya.

Sheikh Hamoud menghargai pesan Ayatollah Khamenei, dan mengungkapkan harapan bahwa mereka layak mendapatkan tingkat kepercayaan dan perhatian ini.

Konferensi internasional pertama para ulama perlawanan diadakan di Lebanon pada bulan Mei 2016. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: