News Ticker

Militer AS Batalkan Larang Penggunaan Bom Cluster

Jum’at, 1 Desember 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON – Militer AS membatalkan larangan penggunaan bom cluster yang direncanakan pada 2019 mendatang.

Departemen Pertahanan pada hari Kamis (31/11/2017) mengatakan bahwa militer AS menganggap bom cluster merupakan senjata yang sah dan penting, dan menjawab kritik yang mengatakan bahwa bom cluster membunuh tanpa pandang bulu dan menimbulkan bahaya bagi warga sipil.

“Departemen Pertahanan telah menetapkan bahwa munisi tandan (cluster) penting bgai militer untuk digunakan dalam medan perang yang lebih ketat, dan masih relatif aman,” kata juru bicara Pentagon Tom Crossen dalam sebuah pernyataan.

Pejabat AS mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis bahwa perbaikan keamanan dalam teknologi amunisi gagal menggantikan stok yang ada dengan persenjataan yang lebih aman.

“Meskipun Departemen berusaha untuk menciptakan generasi amunisi baru yang lebih andal, kita tidak dapat mengambil risiko kegagalan misi atau menerima potensi peningkatan korban militer dan sipil dengan kehilangan kemampuan terbaik yang ada,” menurut sebuah memo Pentagon yang dilihat oleh Reuters.

 

Bom cluster dilarang di bawah Konvensi Munisi Tandan (CCM), sebuah perjanjian internasional yang membahas konsekuensi kemanusiaan dan kerugian yang tidak dapat diterima oleh warga sipil melalui larangan kategoris dan kerangka kerja untuk bertindak. Senjata tersebut bisa berisi puluhan bom kecil, menyebar di wilayah yang luas, sering membunuh dan melukai warga sipil lama setelah mereka terjatuh.

Konvensi larangan senjata melarang semua penggunaan, produksi, pengalihan dan penimbunan bom cluster. Lebih dari 100 negara telah menandatangani perjanjian ini, namun Amerika Serikat belum melakukannya.

Kebijakan Pentagon yang baru segera menarik kritik. Human Rights Watch mengatakan bahwa tidak ada alasan kuat untuk menggunakan munisi tandan.

“Kami mengutuk keputusan ini dan mempertanyakan komitmen AS yang menyatakan tidak akan menggunakan munisi tandan yang gagal lebih dari 1 persen, dan mengakibatkan sub-amunisi yang tidak meledak,” kata Mary Wareham, direktur divisi senjata Human Rights Watch.

Militer AS telah mengklaim bahwa 99 persen amunisi tandan meledak, dan mengurangi risikonya.

Menurut laporan, Amerika Serikat juga menyediakan “penutup tipis” untuk penggunaan bom cluster oleh Arab Saudi dan sekutu-sekutunya dalam serangan militer mereka di Yaman, dengan mengatakan bahwa bom curah “diizinkan” sebagai senjata perang yang sah “jika digunakan dengan tepat.” [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: