Eropa

Uni Eropa Sahkan Resolusi Embargo Senjata Terhadap Arab Saudi

Sabtu, 2 Desember 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, UNI EROPA – Parlemen Eropa telah mengadopsi sebuah resolusi, yang menyerukan embargo penjualan senjata ke Arab Saudi atas dugaan kejahatan perang yang telah dilakukannya di Yaman. Resolusi tersebut juga mengkritik anggota Uni Eropa yang menjual senjata ke kerajaan Teluk.

Parlemen Uni Eropa “mengecam keras kekerasan yang sedang berlangsung di Yaman dan semua serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur, yang masuk katagori kejahatan perang,” resolusi tersebut disampaikan pada hari Kamis. Selanjutnya, dilaporkan bahwa “puluhan serangan udara yang dipimpin Saudi telah membunuh dan melukai warga sipil tanpa memperdulikan hukum internasional, termasuk penggunaan munisi tandan yang dilarang secara internasional.”

Dokumen tersebut secara khusus mengatakan bahwa anggota parlemen Eropa “menyesalkan” blokade Yaman yang diberlakukan oleh koalisi pimpinan Saudi dan secara khusus mengecam “serangan udara koalisi tanpa pandang bulu yang menyebabkan korban sipil, termasuk anak-anak, dan penghancuran infrastruktur sipil dan medis.”

Parlemen Eropa kemudian memperbarui seruan mereka pada kepala kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, untuk meluncurkan “sebuah inisiatif untuk memberlakukan embargo senjata Uni Eropa melawan Arab Saudi” karena tuduhan serius mengenai kejahatan perang di Yaman. Namun, gerakan yang tidak mengikat tersebut diadopsi oleh mayoritas karena 539 anggota parlemen mendukungnya sementara hanya 13 di antara mereka yang menentang dan tidak melakukan abstain.

Resolusi tersebut juga meminta Mogherini untuk “segera mengusulkan strategi Uni Eropa yang terintegrasi untuk Yaman” dan juga mendesak semua pihak dalam konflik tersebut untuk “segera menyetujui penghentian permusuhan” dan kembali ke perundingan damai. Kemudian berlanjut mengecam negara anggota Uni Eropa yang menjual senjata ke Saudi meski ada banyak tuduhan kejahatan perang yang dilakukan oleh koalisi tersebut.

“Negara-negara Anggota Uni Eropa telah memberi otorisasi transfer senjata ke Arab Saudi sejak eskalasi konflik, yang melanggar Council Common Position … pada kontrol ekspor senjata,” dokumen tersebut mengatakan. Kemudian dilanjutkan dengan mengatakan bahwa embargo senjata Uni Eropa terhadap Arab Saudi akan “secara efektif mempromosikan kepatuhan” negara-negara anggota dengan pedoman Uni Eropa yang relevan dan akhirnya dengan hukum humaniter internasional.

Ini bukan pertama kalinya parlemen UE menyerukan embargo senjata terhadap Saudi. Seruan serupa kepada otoritas Uni Eropa dimasukkan ke dalam resolusi lain mengenai situasi di Yaman yang diadopsi pada bulan Februari 2016.

Sementara itu, beberapa negara Uni Eropa terus secara aktif memasok Saudi dengan senjata dan peralatan militer meskipun keterlibatan dalam perang di Yaman. Pada pertengahan November, pemerintah Jerman mengungkapkan bahwa total nilai penjualan senjata ke Arab Saudi telah meningkat lima kali lipat pada kuartal ketiga tahun 2017 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara Jerman memasok Kerajaan tersebut dengan truk militer dan kapal patroli, menurut dokumen yang diungkapkan, Inggris menjual berbagai amunisi di Saudi, termasuk bom dan rudal. Dan penjualan senjata Inggris ke Saudi juga melonjak hampir 500 persen, bunyi sebuah laporan pada bulan November.

Pada bulan September, sebuah LSM mengatakan bahwa Inggris menjual senjata ke Saudi senilai 8 miliar dolar sejak perang di Yaman dimulai. Baru-baru ini terungkap bahwa 50 personil militer Inggris mengajarkan keterampilan di medan perang kepada petugas Saudi yang terlibat dalam konflik Yaman.

Namun, Kerajaan kaya minyak menikmati dukungan terselubung dari mitra Eropanya. Pada akhir November, dilaporkan bahwa Saudi membeli senjata presisi senilai 7 miliar dolar dari produsen AS, yang hampir sama dengan jumlah total penjualan senjata Inggris ke Arab Saudi selama periode konflik Yaman. Pembelian tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan raksasa senilai 110 miliar dolar yang sebelumnya ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump saat berkunjung ke Riyadh. [ARN]

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.780 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.004.618 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: