News Ticker

Pernyataan AS atas Kekerasan di Yaman Tidak Jujur

Sabtu, 09 Desember 2017

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Amerika pasca langkah kontroversialnya mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel, meminta Arab Saudi mengangkat blokade atas Yaman, tanpa sedikitpun menyebutkan keterlibatan negara itu sendiri atas keterlibatan mereka terhadap agresi mematikan di negara Arab termiskin di dunia itu. Dukungan militer AS memiliki peran sangat penting dalam perang yang dipimpin oleh Saudi di Yaman.

“Amerika Serikat sangat prihatin dengan eskalasi kekerasan baru-baru ini dan berlanjutnya kondisi kemanusiaan yang mengerikan di Yaman,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (08/12) sebagaimana dikutip Russia Today, menambahkan, “Kami mendesak semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan, membangkitkan kembali perundingan politik, dan mengakhiri penderitaan orang-orang Yaman.”

Baca: Analis: AS Diam-diam Dukung Penuh Perang Arab Saudi atas Yaman

Tanpa sedikitpun menyebut jet, bom dan dukungan militer penuh AS lainnya kepada Saudi untuk bisa menyerang Yaman, pernyataan tersebut justru mengecam Houthi atas kematian mantan Presiden Ali Abdullah Saleh awal pekan ini, yang diduga dilakukan oleh pejuang pro-Houthi.

Sebelumnya, Muhammad al-Bukhaiti, anggota partai politik Houthi Ansarullah menyatakan bahwa Saleh telah berkhianat melalui kolaborasi dengan Amerika Serikat, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Baca: HRW; AS-Inggris Bersekongkol Dalam Agresi Saudi atas Yaman

Pernyataan Gedung Putih tersebut juga mengecam Houthi atas serangan mereka ke reaktor Nuklir Uni Emirat Arab, sementara sehari-hari jet-jet tempur koalisi Arab Saudi-UEA dilengkapi bom-bom buatan AS dan Inggris menghujani rakyat sipil dan infrastruktur publik Yaman.

Kecaman AS ini dinilai ironis dan tidak jujur karena bagaimanapun AS telah memainkan peran sentral dalam perang yang dipimpin oleh Saudi di Yaman. Pada bulan Mei, Arab Saudi membeli senjata senilai 110 miliar dolar, yang mana sebagian besarnya digunakan untuk melaksanakan agresi terhadap negara termiskin di Timur Tengah itu.

Yaman telah diserang oleh koalisi pimpinan Saudi sejak Maret 2015. Menurut PBB, sedikitnya 17 juta orang Yaman “kekurangan makanan” dengan ratusan ribu anak-anak kekurangan gizi. Negara ini juga menghadapi epidemi kolera parah, yang hampir mencapai 1.000.000 kasus.

Sementara pernyataan tersebut tidak membahas peran Washington dalam kehancuran yang sedang berlangsung di Yaman, pihak AS meminta Riyadh untuk mengangkat pengepungan di pelabuhan-pelabuhan Yaman.

“Kami meminta koalisi pimpinan Saudi untuk memfasilitasi arus bebas bantuan kemanusiaan dan barang komersial kritis, termasuk bahan bakar, melalui semua pelabuhan Yaman dan untuk mengembalikan penerbangan komersial melalui Bandara Sana’a,” kata pernyataan tersebut. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: