News Ticker

BIADAB! Arab Saudi Larang Keras Media Liput Perkembangan Situasi Yerusalem

Minggu, 10 Desember 2017,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi telah memerintahkan berbagai media di kerajaan tersebut untuk tidak fokus “meliput” keputusan kontroversial Washington untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. The New Arab menyampaikan laporan ini pada Minggu (10/12) berdasar sumber media mereka.

Baca: Putra Mahkota Saudi Dibalik Pengumuman Yerusalem Ibukota Israel

Menurut sumber yang melaporkan pada hari Kamis, sehari pasca pengumuman Trump, kepada The New Arab, Pengadilan kerajaan Saudi mengirim sebuah “peringatan keras” kepada bos-bos surat kabar, stasiun televisi dan radio-radio di Saudi minggu ini mengenai masalah Yerussalem yang telah memicu protes di seluruh dunia Arab itu.

Berbicara dengan syarat anonim, mereka menambahkan bahwa perintah tersebut memerintahkan media untuk melakukan sebaliknya yaitu “membidik Iran dan negara-negara regional lainnya” dalam liputan mereka.

Sementara didalam mendukung AS, diluar pengadilan kerajaan Saudi pada hari Kamis mengecam keputusan Trump dengan menyebutnya “tidak dapat dibenarkan dan tidak bertanggung jawab”.

Baca: Kicauan Penyiar TV MBC Sebut Dukungan Saudi atas Keputusan Trump

Dewan Tertinggi Ulama Islam – badan keagamaan kerajaan yang paling senior – juga merilis sebuah pernyataan, “mengkonfirmasikan status besar Yerusalem” di dunia Muslim.

Beberapa komentator menganggap komentar dewan tersebut mengecewakan karena tidak memiliki kritik yang jelas terhadap Trump yang memberi wewenang untuk memindahkan ibukota AS dan malah memusatkan perhatian pada kepentingan religius kota suci tersebut.

Baca: VIDEO: Dikhianati Saudi, Warga Palestina Bakar Poster Raja Salman di Gaza

Pada hari Kamis juga, seorang menteri Israel menyebut bahwa Trump telah memperoleh “lampu hijau” dari para pemimpin Arab sebelum membuat keputusan yang kontroversial itu.

Berbicara kepada Saluran 10 Israel, Yisrael Katz mengklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat telah mengkoordinasikan langkah tersebut dengan para pemimpin Arab sebelum mengambil keputusan tersebut, untuk memastikan bahwa mereka akan membantu reaksi warga Palestina dan Arab.

Dalam demonstrasi anti-Trump di Palestina kemarin, salah seorang pengguna Twitter memposting video pembakaran poster Raja Salman sebagai unjuk rasa kemarahan mereka atas sikap Saudi yang membuat AS berani mengumumkan hal semacam itu. (ARN)

About ArrahmahNews (12992 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on BIADAB! Arab Saudi Larang Keras Media Liput Perkembangan Situasi Yerusalem

  1. Arab Saudi, si pengkhianat ummat Islam atas palestina

  2. CINTA TNI POLRI // Des 11, 2017 at 2:19 pm // Balas

    tiga serangkai salman trump netanyahu .. arabisraelusa .. negara yg diberi kelebihan oleh tuhan malah menjadi biang rusuh di dunia …pasti akan ada pembalasan dari allah swt atas semua perbuatannya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: