News Ticker

Larang Penjualan Air Zam-zam, Malaysia Intensifkan Operasi Pasar

Minggu, 10 Desember 2017,

KUALA LUMPUR, ARRAHMAHNEWS.COM – Menurut situs berita Malaysia, Star Online, negara tetangga Indonesia itu saat ini mengintensifan operasi pasar untuk menghapus penjualan air zam-zam menyusul larangan yang dikeluarkan Kedutaan besar Arab Saudi terhadap maraknya penjualan air zam-zam di negara tersebut.

Baca: Komersialisasi Mekkah, Ambisi Saudi Hancurkan Kota Suci Umat Islam

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Datuk Dr Noor Hisham Abdullah, mengatakan bahwa jika ada yang tertangkap basah menjual air zamzam bisa didenda hingga 10,000 RM (Ringgit Malaysia) atau masa hukuman penjara hingga dua tahun lamanya di bawah Peraturan Pangan 1985.

Dalam pernyataannya, diumumkan bahwa dari tahun 2012 sampai Oktober tahun ini, kementerian tersebut telah menyita air zamzam senilai 58.192 RM.

Dia menambahkan bahwa masalah tersebut disepakati oleh Departemen Pengembangan Islam Malaysia dan Kementerian Perdagangan Domestik, Koperasi dan Konsumerisme, karena penegak hukum berada di bawah yurisdiksi Kementerian Kesehatan.

Baca: Kerajaan Saudi Perjual Belikan Haramain

Ia mengatakan bahwa kementerian tersebut, melalui Divisi Keamanan Pangan dan Mutu, melakukan tindakan terhadap penjualan air zamzam berdasarkan Pasal 4 (1) (f) Undang-Undang Pangan.

Menurutnya, air zamzam, yang diperoleh di bawah tanah, dikategorikan sebagai air mineral alami sebagaimana diatur dalam Peraturan 360A Peraturan Pangan 1985.

“Impornya mensyaratkan sumber izin air, serta persetujuan dan otentikasi oleh otoritas geologi dan hidrologi,” katanya.

Baca: Antara Haramain dan Kerajaan Monarki Arab Saudi

Dia mengatakan bahwa pemerintah Saudi hanya mengizinkan distribusi air zamzam secara gratis kepada jamaah haji dan umroh, serta pengunjung, untuk konsumsi pribadi dalam jumlah terbatas. “Kementerian tersebut mengintensifkan penegakan hukum terhadap penjualan air zamzam karena penjualannya dilarang di Malaysia,” katanya.

Dr Noor Hisham menambahkan bahwa anggota masyarakat dapat menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten atau Departemen Kesehatan terdekat, atau memeriksa situs webnya untuk informasi lebih lanjut. (ARN)

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Oposisi Malaysia Menang Pemilu, Mahathir Muhammad Kembali jadi Perdana Menteri – ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: