News Ticker

Demonstran Anti-AS Bentrok di Luar Kedutaan Besar AS di Beirut

Senin, 11 Desember 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, BEIRUT – Bentrokan antara pasukan keamanan Lebanon dan demonstran pecah di luar kedutaan besar AS di Beirut, menyusul pernyataan Trump yang mengakui Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel.

Baca: Israel Kecam Bantuan Iran Untuk Intifada Palestina

Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan para demonstran yang berkumpul di luar kedutaan besar AS di Beirut.

Trump memicu kemarahan internasional, pada hari Rabu, ketika dia menyatakan bahwa AS mengakui Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel dan menginstruksikan pemerintahannya untuk memulai proses pemindahan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke kota kuno.

Di tempat lain di seluruh dunia, para demonstran berkumpul di luar misi diplomatik Amerika, seperti di ibukota Indonesia, Jakarta, dan kota-kota lainnya di negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia.

Di Jakarta, para demonstran membentangkan bendera Indonesia dan Palestina serta memegang spanduk bertuliskan, ”Free Jerusalem and Palestinians,” “Usir Kedutaan Besar AS dari al-Quds” dan “Kami bersama orang-orang Palestina.”

Baca: Adegan yang Tak Pernah Terekspos dalam Intifadah Al-Quds ; VIDEO

Di Afghanistan, para demonstran turun ke jalan-jalan di kota timur Jalalabad, meneriakkan slogan-slogan menentang AS dan Israel saat mereka membakar patung Trump.

Universitas-universitas Mesir juga menjadi lokasi demonstrasi.

Di wilayah Palestina, Fatah meminta bangsa tersebut untuk tidak meninggalkan demonstrasi mereka  dalam melawan kebijakan baru Washington mengenai Yerusalem al-Quds.

Dalam sebuah pernyataan, Fatah mengatakan bahwa orang-orang Palestina harus “terus melakukan konfrontasi dan memperluasnya ke semua titik di mana tentara Israel hadir” di Tepi Barat.

Banding tersebut diajukan setelah menteri urusan militer Israel Avigdor Lieberman mengatakan pada hari Minggu bahwa dia berharap kemarahan yang meletus dalam demonstrasi Palestina mereda.

“Harapan kami adalah segalanya tenang dan kami kembali ke jalan kehidupan normal tanpa kerusuhan dan tanpa kekerasan,” Lieberman mengatakan kepada Radio Angkatan Darat.

Baca: Intifadah Palestina Sebabkan Warga Israel Depresi

Selain itu penasihat hukum diplomatik Presiden Mahmoud Abbas Majdi al-Khaldi mengatakan kepada AFP bahwa tidak akan ada pertemuan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence pada akhir bulan ini.

“Amerika Serikat telah melewati semua garis merah dengan keputusan Yerusalem,” kata Khalid.

Lieberman pada hari Minggu menyerukan pemboikotan bisnis Arab di tanah yang diduduki, di mana warga melakukan demonstrasi anti-AS.

Dia mengatakan bahwa penduduk Wadi Ara “bukan bagian dari kita” dan bahwa orang-orang Israel seharusnya tidak lagi membeli produk mereka.

Ratusan orang Arab Israel memprotes pada Sabtu di wilayah tersebut untuk mengungkapkan simpati mereka kepada orang-orang Palestina.

Lieberman mengatakan bahwa dia “akan memanggil semua warga Israel – berhenti pergi ke toko mereka, berhenti membeli, berhenti mendapatkan layanan, memboikot Wadi Ara. Mereka perlu merasa bahwa mereka tidak diterima di sini.”

Seorang anggota Knesset Israel Ayman Odeh mengkritik boikot Lieberman yang mengingatkan pada rezim terburuk dalam sejarah. Gilad Erdan, anggota parlemen Israel lainnya, mengatakan bahwa penawaran Lieberman tidak dapat diterapkan. (ARN)

About ArrahmahNews (14216 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: