News Ticker

EKSKLUSIF! AS Serahkan Mantan Orang Penting Bin Nayef kepada Bin Salman

Senin, 11 Desember 2017,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah sumber eksklusif untuk The New Khalij yang dikutip Middle East Monitor pada Senin (11/12) mengkonfirmasi bahwa pihak berwenang AS secara diam-diam telah menyerahkan mantan menteri Saudi Saad Al Jabry kepada Arab Saudi dibawah perintah Muhammad bin Salman.

Baca: Bandar Bin Sultan Ikut Jadi Target Bin Salman, Mengapa?

Menurut sumber tersebut, yang memilih untuk tidak diidentifikasi, Al Jabry, yang digambarkan sebagai tangan kanan mantan pangeran mahkota Muhammad bin Nayef, sebelumnya berhasil meninggalkan Arab Saudi ke Amerika Serikat, namun ketika pangeran mahkota baru, Mohammed bin Salman memaksanya kembali ke Arab Saudi, dia selalu menolak dengan alasan sakit, mengatakan bahwa dia akan kembali setelah menyelesaikan perawatannya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Al Jabry yang tinggal di luar kerajaan dalam jangka panjang membuat marah bin Salman. Putra Mahkota Saudi itu khawatir bahwa Al Jabry akan membentuk lobi untuk melawannya.

Pengguna Twitter yang terkenal, yang dipercaya merupakan bagian dari keluarga kerajaan, Mujtahidd, telah menerbitkan rumor bahwa, Saad Al Jabry – mantan Menteri Negara dan anggota Dewan Urusan Politik dan Keamanan Raja Salman bin Abdulaziz.

Mujtahid mengatakan bahwa Al Jabry sangat dekat dengan bin Nayef dan bahwa bin Nayef telah mengandalkannya sebagai penasihat yang akhirnya menjadi terkenal karena dia bertanggung jawab atas 80% pekerjaan sensitif di Kementerian Dalam Negeri.

Mujtahid mengatakan bahwa Al Jabry telah bertanggung jawab atas masalah investigasi dan intelijen, dan dia bertanggung jawab atas intelijen yang terkait dengan Yaman.

Baca: EKSKLUSIF! Mantan Istri AlWaled bin Talal Ungkap Kebobrokan Mental Penguasa Saudi

Mujtahid menambahkan, “Bin Nayef sangat mengandalkan Al Jabry sehingga ia mengalokasikan lebih dari satu kantor di rumahnya di Riyadh, bersama dengan kantor lain di peternakannya (di Al Thumama yang dimiliki oleh Nayef bin Abdul Aziz, dan telah menjadi milik Muhammad bin Nayef setelah kematian ayahnya), sebuah kantor di rumahnya di Jeddah dan kantor di Beit Al Bahar. “

Menurut Mujtahid pula, pemecatan Al Jabry adalah hal yang melemahkan bin Nayef serta mengganggu kekuatannya.

Baca: 21 Pangeran Saudi Ajukan Petisi Tolak Bin Salman Jadi Putra Mahkota

Raja Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz, memecat Menteri Negara dan anggota Dewan Urusan Politik dan Keamanan, Saad bin Khalid Al Jabry, pada bulan Oktober 2015, tanpa menjelaskan alasan untuk itu. (ARN)

About ArrahmahNews (14216 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: