News Ticker

Rouhani pada Boris Johnson: Trump Siram Bensin ke Api di Kawasan

Senin, 11 Desember 2017,

TEHERAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Dalam kunjungan Menlu Inggris, Boris Johnson ke Teheran pada Minggu (10/12) kemarin, Presiden Iran Hassan Rouhani mengecam rekan Amerika-nya karena membuat keputusan yang “tidak benar” dengan mengakui Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel, memperingatkan bahwa tindakan tersebut menambah ketegangan di Timur Tengah.

Baca: Kicauan Penyiar TV MBC Sebut Dukungan Saudi atas Keputusan Trump

“Situasi regional sedemikian rupa sehingga orang tidak boleh mengipas api dan keputusan presiden AS baru-baru ini untuk memindahkan kedutaan negara tersebut ke al-Quds adalah keputusan yang salah dan menuangkan bensin ke api di kawasan,” kata Rouhani dalam pertemuan tersebut.

Presiden AS Donald Trump memicu kemarahan internasional pada hari Rabu ketika ia menyatakan bahwa AS mengakui Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel dan bahwa ia telah menginstruksikan pemerintahannya untuk memulai proses pengalihan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke kota suci tiga agama tersebut.

Pergeseran dramatis dalam kebijakan Yerusalem al-Quds di Washington memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki, Iran, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Maroko dan negara-negara Muslim lainnya.

Baca: Kadyrov: Keputusan Trump Seret Israel Menuju Perang Besar

Pada hari Minggu, bentrokan kekerasan meletus di luar Kedutaan Besar AS di ibu kota Lebanon, Beirut, dalam sebuah demonstrasi menentang keputusan presiden AS untuk secara resmi mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Demonstran membakar ban serta bendera AS dan Israel saat mereka mendorong untuk menerobos kawat berduri yang dipasang oleh pasukan keamanan di sekitar kompleks kedutaan. (ARN)

About ArrahmahNews (14216 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Rouhani pada Boris Johnson: Trump Siram Bensin ke Api di Kawasan – RAMPUNG BERITA

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: