News Ticker

Ini Fakta Kebobrokan Tentara Israel

Rabu, 13 Desember 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, TEL AVIV – Jumlah serangan seksual yang terjadi di tentara Israel telah meningkat setiap tahun sejak 2012, dan angka terbaru menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan 10 persen jumlah serangan seksual yang dilaporkan oleh tentara Israel tahun ini.

Baca: 50 Persen Tentara Israel Gunakan Narkoba

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh situs online Arabi21, kenaikan jumlah kasus pelecehan seksual yang dilaporkan dapat dikaitkan dengan meningkatnya kesadaran tentang ancaman di dalam pasukan militer Israel.

Laporan tersebut menambahkan bahwa tentara Israel berencana meluncurkan program pendidikan terkomputerisasi untuk mencegah pelecehan seksual.

Semua orang yang bertugas di angkatan bersenjata Israel, dari kopral sampai kepala staf, akan dinilai oleh program ini setidaknya sekali pada setiap tahunnya. Program ini akan segera dipasang di komputer tentara, dan sebuah aplikasi akan dikembangkan untuk ponsel dalam waktu dekat, Arabi 21 melaporkan.

Baca: Menjijikan! Demi Uang, 500 Tentara Israel Terjebak dalam Prostitusi

Selanjutnya tentara akan diminta untuk mencatat data pribadi mereka dan tes untuk memeriksa pemahaman mereka. Mereka yang mendapat nilai kurang dari 65 akan diminta untuk menjalani proses ulang.

Awal tahun ini, sebuah survei menemukan bahwa satu dari enam wanita tentara telah dilecehkan secara seksual selama dinas militer mereka.

Sementara 15,6 persen responden melaporkan bahwa mereka menghadapi perilaku semacam itu, kejadian sebenarnya dari perilaku seksual di dalam militer Israel jauh lebih tinggi.

Baca: Jejak Pengabdian Saudi Kepada Barat dan Zionis

Angka pelecehan seksual pada tahun 2016, lebih jauh mengungkapkan bahwa 60 persen tentara dan petugas wanita, yang ambil bagian dalam survei tersebut, mengatakan bahwa ada atmosfir seksual di unit mereka.

Mereka menggambarkan tentara atau komandan sering menceritakan lelucon dan cerita seksual, membuat komentar seksual yang menyakitkan mengenai mereka atau berbagi gambar porno.

Sebanyak 35 persen wanita mengatakan bahwa mereka disentuh atau mendapat isyarat seksual, berkedip dan lainya, 12 persen mengatakan seorang rekan prajurit atau petugas telah mengekspos dirinya dengan cara yang membuat malu responden, dan 5 persen melaporkan bahwa tawaran tersebut ditawarkan dengan imbalan harta.

Selain itu, tiga persen mengatakan bahwa mereka telah diancam atau diperlakukan tidak tepat karena menolak melakukan seks, sementara satu persen dilaporkan menjadi korban serangan seksual atau percobaan penyerangan. (ARN)

About ArrahmahNews (13003 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: