News Ticker

Mantan Knesset Israel Sebut Amerika Sumber Teror dan Ketidakstabilan di Timur Tengah

Kamis, 14 Desember 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, TEL AVIV – Seorang mantan anggota Knesset Israel (parlemen) menggambarkan Amerika Serikat dan Israel sebagai sumber teror dan ketidakstabilan di Timur Tengah, yang menyatakan bahwa Washington dan Tel Aviv memainkan peran negatif di setiap sudut wilayah tersebut.

Baca: Rekam Jejak Amerika Berbau Mesiu dan Amis Darah di Timur Tengah

“Saya yakin Amerika dan Israel memainkan peran yang merusak di seluruh wilayah,” kata Mohammad Barakeh pada hari Rabu.

Berbicara kepada Anadolu Agency, ketua Komite Pemantau Tinggi Arab, yang bertugas di Knesset dari tahun 1999 sampai 2015, mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini mengakui Yerusalem al-Quds yang diduduki Israel sebagai ibu kota rezim Zionis, yang menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan “serangan” terhadap dunia Arab dan Muslim.

“Jika AS ingin mempertahankan kedutaan di Israel, seharusnya tinggal di Tel Aviv,” kata Barakeh. “Tapi tidak ada tempat di Yerusalem al-Quds, yang memiliki identitas Palestina, Arab, Muslim dan Kristen,” tambahnya.

Baca: PM Irak: ISIS, Terorisme, Perang Dagangan Amerika dan Zionis di Timur Tengah

Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS di tanah yang diduduki dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds pada 6 Desember.

Pergeseran dramatis dalam kebijakan Yerusalem al-Quds di Washington memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki, Iran, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Maroko, Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya.

Pada hari Minggu, bentrokan keras meletus di luar kedutaan AS di ibukota Lebanon, Beirut, saat sebuah demonstrasi menentang keputusan Presiden AS. Demonstran membakar ban serta bendera AS dan Israel saat mereka mendorong untuk menerobos kawat berduri yang dipasang oleh pasukan keamanan di sekitar kompleks kedutaan. Pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstran yang marah.

Baca: OKI: Yerusalem Al-Quds adalah Ibukota Palestina

Yerusalem al-Quds tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dimana orang-orang Palestina berharap bahwa bagian timur kota tersebut pada akhirnya akan berfungsi sebagai ibukota negara Palestina merdeka di masa depan. (ARN)

About ArrahmahNews (16692 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: