News Ticker

Nasibnya Tak Pasti, Al Waleed Bin Talaal Diambang Kebangkrutan

Kamis, 14 Desember 2017,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Kekayaan Pangeran Al-Waleed Bin Talal telah mengalami penurunan dramatis semenjak dirinya dpenjara komite anti korupsi Saudi yang dipimpin oleh Mohammed bin Salman. Menurut sebuah laporan oleh Financial Times yang dikutip MEM pada Rabu (13/12) kemarin, miliaran dolar dilaporkan telah “hilang” investor paling terkenal dari Arab Saudi itu.

Baca: Alwaleed Bin Talal Digantung Terbalik dan Dipukuli Anak Buah Putra Mahkota Saudi

Menurut FT, konglomerat Saudi dan perusahaan investasi utamanya, Kingdom Holding Company (KHC) tersebut telah kehilangan miliaran karena ketidakpastian seputar pembebasan Bin Talal. Menurut laporan Forbes, KHC telah kehilangan hampir seperlima nilainya sejak penahanan Pangeran Bin Talal, jatuh hingga 8.5 miliar dolar dan menyusutkan kekayaan bersih sang taipan hingga 2 miliar dolar menjadi sekitar 16 miliar dolar.

Dalam upaya untuk meredam kekhawatiran masa depan KHC, kepala eksekutif perusahaan investasi Bin Talal, Talal Al Maiman mengatakan bahwa lebih dari 12,5 miliar dolar kekayaan yang dikelola oleh manajemen secara global dan perusahaan “menikmati posisi keuangan yang solid didukung oleh kebijakan yang hati-hati dan rencana pendanaan konservatif “.

Baca: Disiksa di Saudi, Mengapa Mitra Barat Alwaleed Bin Talal Membisu?

Prince Al-Waleed Bin Talal’s fortune has taken a dramatic fall since his imprisonment, according to a report by the Financial Times. Billions of dollars is reported to have been “wiped off” Saudi Arabia’s most famous investor following his arrest under last month’s anti-corruption purge authorised by the Crown Prince Muhammed Bin Salman.

Tapi FT dengan mengutip pernyataan beberapa bankir yang menggambarkan bahwa kantor KHC di Riyadh adalah “lubang hitam informasi”. FT mengungkapkan bahwa bahkan mereka yang telah bekerja dengan miliarder atau tim investasinya selama bertahun-tahun tidak tahu nasibnya atau dampak penangkapannya terhadap perusahaannya.

Pemberi pinjaman lokal dan internasional dikatakan khawatir dengan kebingungan seputar penangkapan sang pangeran, yang telah menahan pinjaman sebesar 1 miliar dolar untuk membiayai perolehan KHC atas 16 persen saham di Saudi Fransi Bank dari Crédit Agricole.

“Orang mungkin berasumsi bahwa dia akan membuat keputusan untuk masa depannya,” kata seorang bankir Saudi. “Tapi dalam arti yang lebih luas, dia sudah habis sekarang.”

Baca: Alwaleed bin Talal Salah Satu Pangeran yang Ditangkap Bin Salman

Bin Talal adalah yang paling menonjol di antara mereka yang ditahan di Hotel Ritz-Carlton di Riyadh. Pejabat Saudi berusaha untuk menghasilkan miliaran dolar dari para pangeran dan pengusaha yang ditangkap dengan imbalan pembebasan mereka. Menurut beberapa perkiraan, tindakan keras tersebut mungkin akan membuat pemerintah menyita dana sampai 800 miliar dolar, meskipun target yang lebih realistis dikatakan paling sedikit 100 miliar dolar, yang setara dengan hutang nasional.

Dilaporkan bahwa Bin Talal bermaksud untuk melawan tuduhan di pengadilan dan bukannya menyetujui sebuah penyelesaian. Menurut dua orang yang berbicara dengan FT, ia bahkan dikabarkan telah menyewa pengacara. (ARN)

About ArrahmahNews (14216 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: