News Ticker

Banyak Ujaran Kebencian, Ceramah Ustad Somad Terancam Dihapus dari Youtube

Jum’at, 15 Desember 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Sebuah situs Google Polling Indonesia mengeluarkan polling penghapusan seluruh video ustad Abdul Shomad yang beredar di youtube. Polling dikeluarkan karena banyaknya laporan yang berisi tayangan ustad Somad melanggar aturan. Salah satunya adalah ujaran kebencian.

”Semakin banyaknya laporan yang mengatakan bahwa video di youtube yang berisi tayangan Ustad Abdul Somad, telah melanggar aturan (salah satunya berisi muatan kebencian). Oleh karena itu, kami melaksanakan polling ini untuk mengetahui respon audiense di Indonesia,” tulis Google Polling Indonesia pada pengantar polling tersebut. Baca: Ustadz Somad Dilaporkan ke Polisi Terkait Penistaan Agama oleh Ormas PGN dan Gus Yadi

Melalui polling tersebut warga net Indonesia diminta menentukan pilihan. Setuju atau tidak setuju. Kalau setuju tinggal pilih setuju, kalau tidak tinggal pilih tidak setuju. Kemudian pencet tombol vote. Polling akan ditutup pada 20 Desember 2017.

Polling pengahpusan videa ustad Shomad bisa dicek di link ini: Video Ustad Abdul Somad akan Dihapus, SETUJU atau TIDAK SETUJU?

Hingga Kamis (14/12/2017) sekitar pukul 20.45, polling penghapusan video ustad Shomad sudah mendapat 131 komentar dari netizen. Sebagian ada yang setuju, sebagian ada juga yang menolak.

Yang tidak setuju penghapusan video ustad Somad misalnya akun bernama Arifatri Enko14. Dia menolak jika video ustad Shomad dihapus. (ARN)

Iklan

3 Comments on Banyak Ujaran Kebencian, Ceramah Ustad Somad Terancam Dihapus dari Youtube

  1. Setuju

  2. Kalo nyimak video yg lama dikit napa, biar gk gagal ngeh, gantian liatin bok*p sampek berjam gk nyerah….

  3. Somat akan lebih baik introspeksi & mawas diri…!!!!

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. TERCIDUK! Penyebar Ujaran Kebencian Panglima TNI Seorang Dokter dan Anti Jokowi – ArrahmahNews
  2. Ini Klarifikasi KJRI Terkait Ustad Abdul Somad Ditolak Masuk Hongkong – ArrahmahNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: