News Ticker

Mampukah PBB Batalkan Keputusan Trump Akui Yerusalem Ibukota Israel?

Minggu, 17 Desember 2017

NEW YORK, ARRAHMAHNEWS.COM – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa sedang mempertimbangkan sebuah rancangan resolusi yang bertujuan untuk membatalkan secara hukum keputusan sepihak AS mengenai status Yerusalem al-Quds.

Baca: Erdogan: Kita Akan Kehilangan Mekkah Jika Gagal Mempertahankan Yerusalem

Draft Resolusi oleh Mesir itu diedarkan di antara anggota dewan pada hari Sabtu kemarin dan mungkin akan diputuskan pada awal minggu depan.

Menurut Reuters, draf tersebut “menegaskan bahwa setiap keputusan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengubah, komposisi karakter, status atau demografis Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek hukum, tidak berlaku dan batal dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi yang relevan dari Dewan Keamanan. “

Draft ini juga “meminta semua negara untuk menahan diri dari pembentukan misi diplomatik di Kota Suci Yerusalem, sesuai dengan resolusi 478 (1980) dari Dewan Keamanan.”

Baca: Turki Tampar Negara-negara Arab yang Tak Tegas Sikapi Keputusan Trump Tentang Yerusalem

Draf tersebut muncul sebagai tanggapan atas keputusan Presiden AS Donald Trump pada awal Desember lalu yang mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS di tanah pendudukan itu dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Selain itu, draft tersebut juga “menuntut agar semua negara mematuhi resolusi Dewan Keamanan mengenai Kota Suci Yerusalem, dan tidak mengakui tindakan atau langkah-langkah yang bertentangan dengan resolusi tersebut.”

Baca: PBB Harus Paksa Israel Kembalikan Hak Rakyat Palestina

Pergeseran dramatis dalam kebijakan Washington memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki, Iran, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Maroko dan negara-negara Muslim lainnya. (ARN)

About ArrahmahNews (16616 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Mampukah PBB Batalkan Keputusan Trump Akui Yerusalem Ibukota Israel?

  1. Kemerdekaan Palestina hanya bisa di rebut dengan paksaan perang bukan dialog.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: