News Ticker

Macron Sebut Assad akan Tetap Berkuasa di Suriah

Senin, 18 Desember 2017

PARIS, ARRAHMHANEWS.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa kenyataan di Suriah saat ini adalah bahwa Presiden Bashar al-Assad akan terus bertahan karena lawan-lawannya telah kalah di “medan perang.”

Pemerintahan Presiden Assad telah menghadapi militansi sejak Maret 2011, ketika beberapa negara yang menentangnya mempersenjatai dan membiayai beberapa musuh politik dalam negeri dalam usaha untuk menyingkirkannya dari kekuasaan. Faksi-faksi bersenjata tersebut segera bergabung dengan serangkaian teroris internasional yang didatangkan ke negara tersebut untuk membantu mengusir Assad.

Tapi pemerintah di Damaskus tetap bertahan karena faksi-faksi yang berbeda dari elemen masyarakat Suriah justru bersatu mendukung Assad dalam menghadapi militansi habis-habisan. Sekutu Suriah, yaitu Iran dan Rusia, juga menawarkan bantuan penasehat militer, dan Moskow meluncurkan kampanye pengeboman udara terhadap kelompok ekstremis di negara tersebut pada bulan September 2015 atas permintaan pemerintah Suriah.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan televisi Prancis 24 pada hari Minggu (17/12), Presiden Prancis Macron mengatakan bahwa Assad akan tetap berkuasa karena Iran dan Rusia telah “memenangkan perang di lapangan.”

“Bashar al-Assad akan berada di sana, dia akan berada di sana karena dia dilindungi oleh mereka yang telah memenangkan perang dilapangan, entah itu Iran atau Rusia,” kata Macron.

Paris menentang pemerintahan Assad dan berharap bisa melihatnya terusir. Dan sementara itu meski dalam beberapa kesempatan Prancis mengindikasikan bahwa prioritas nomor satu di Suriah bukanlah perubahan rezim, namun sikap yang disampaikan Macron dalam wawancara hari Minggu itu menunjukkan bahwa Prancis secara eksplisit masih menghindari mengakui kenyataan di Suriah.

Macron tetap memanggil Assad “musuh orang-orang Suriah” yang “harus mempertanggung jawabkan kejahatannya, di hadapan pengadilan internasional.”

Presiden Prancis, yang telah mencari peran lebih besar untuk Prancis di kancah internasional, mengatakan bahwa pemerintahnya ingin “membangun solusi politik” terhadap krisis di Suriah, termasuk dengan membawa pemerintah dan oposisi ke meja perundingan.

Ia mengatakan bahwa dirinya ingin melihat “sebuah proses muncul pada awal tahun depan dengan perwakilan Assad, tapi saya harap juga perwakilan dari semua oposisi.”

“Rencana Prancis adalah untuk memenangkan perdamaian, mengamankan negara (Suriah), untuk melakukan demiliterisasi dan membangun solusi politik yang memungkinkan perdamaian yang abadi – yang berarti semua minoritas dilindungi, Kristen, Syiah, dan Sunni,” kata Macron. (ARN)

About ArrahmahNews (14241 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: