NewsTicker

Assad: Siapapun yang Bekerja Dibawah Komando Asing Melawan Negara adalah Pengkhianat

Selasa, 19 Desember 2017

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa semua kelompok bersenjata yang bekerja dibawah komando negara asing untuk melawan pemerintahan dan rakyat negaranya sendiri adalah “pengkhianat” bagi negara Suriah, meningkatkan retorika terutama terhadap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), terutama yang aktif di wilayah timur laut negara Arab itu dengan menerima dukungan serangan udara dan persenjataan penting dari Washington.

Presiden Suriah tersebut membuat pernyataan ini dalam sebuah pertemuan dengan delegasi para pejabat tinggi dan pejabat ekonomi dari Rusia, yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin, di ibukota Suriah, Damaskus, Senin (18/12) kemarin sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Suriah, SANA.

Menanggapi pertanyaan tentang tindakan orang Kurdi di wilayah timur dan kerja sama mereka dengan Amerika, Presiden al-Assad mengatakan bahwa tidak tepat untuk mengatakan bahwa salah satu kelompok di Suriah, baik itu kelompok etnis atau agama, semuanya (dalam satu kelompok itu) memiliki karakteristik yang sama, hal ini tidak masuk akal karena semua kelompok itu beragam, dan berbagai kelompok di Suriah memiliki sisi baik dan buruk, jadi berbicara tentang “Kurdi” saja tidak tepat karena ada berbagai kelompok di wilayah timur yang bekerja dengan pihak asing, khususnya dengan Amerika.

“Semua orang yang bekerja di bawah komando negara asing di negara mereka sendiri dan melawan tentara serta rakyat dari negara mereka sendiri adalah pengkhianat,” tegas Assad, menambahkan, “(Penjelasan) ini cukup sederhana, terlepas dari siapapun nama mereka, dan itu adalah penilaian kami terhadap kelompok-kelompok yang bekerja untuk Amerika di Suriah, ” jelas sang Presiden.

YPG adalah bagian utama dari koalisi kelompok bersenjata yang lebih besar, yang disebut Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang bergerak dalam operasi yang bertujuan untuk membebaskan Raqqah, mantan ibukota de facto ibukota ISIS. Washington menganggap SDF, yang juga termasuk kelompok militan Arab, sebagai kekuatan utama pasukannya yang diturunkan di tanah Suriah. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: