News Ticker

Hantam Rumah, Serangan Saudi Tewaskan 5 Warga Yaman di Hudaydah

Selasa, 19 Desember 2017

HUDAYDAH, ARRAHMAHNEWS.COM – Sedikitnya lima warga sipil terbunuh saat pesawat militer Saudi melakukan serangan udara terhadap wilayah perumahan di provinsi baratistan, Hudaydah, Yaman, dalam peningkatan kampanye serangan udara mengerikan rezim Saudi terhadap negara tetangganya yang tengah dilanda krisis tersebut.

Sumber-sumber lokal, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa lima orang kehilangan nyawa mereka dan sepuluh lainnya menderita luka-luka pada Senin malam, ketika jet tempur Saudi membombardir sebuah bangunan tempat tinggal di daerah al-Tafsah di distrik al-Khawkhah.

Pesawat militer Saudi juga melakukan dua serangan udara terhadap sasaran sipil di daerah Mondabah di provinsi Sa’ada, barat laut Yaman.

Selain itu, pesawat tempur Saudi juga membom sebuah kendaraan di distrik Baqim, dan meluncurkan serangan udara di daerah al-Malahit di distrik al-Dhaher.

Arab Saudi telah 1000 hari melakukan kampanye serangan udara penuh teror terhadap masyarakat miskin di negara tetangganya Yaman. Serangan yang semula diklaim hanya akan berlangsung beberapa minggu itu diklaim untuk melemahkan posisi Ansharullah Yaman, namun pada kenyataannya dari sekitar 12.000 hingga 15.000 korban tewas akibat serangan Arab Saudi dan koalisinya adalah warga sipil terutama perempuan dan anak-anak.

Serangan membabi buta Arab Saudi juga secara sistematis menargetkan sumber-sumber air dan makanan bangsa Yaman. Ami Goodman, seorang jurnalis The Times of London dan The Guardian menjelaskan bahwa Arab Saudi secara sistematis telah dengan sengaja menciptakan sistem kebijakan brutal untuk menimbulkan bencana kelaparan di Yaman.

“Saya pikir ini adalah krisis kemanusiaan benar-benar diciptakan, kebijakan koalisi Saudi tidak hanya memblokade negara tersebut dan membatasi impor makanan (dalam kondisi damai Yaman harus mengimpor 90 persen makanannya) tapi juga kampanye pengeboman, yang saya sebutkan dalam laporan The Guardian, yang telah digunakan untuk secara sistematis menargetkan kemampuan orang Yaman menumbuhkan makanan mereka sendiri atau menyediakan makanan untuk diri mereka sendiri,” ungkap Iona Craig dalam wawancara yang disiarkan Jum’at (15/12) kemarin.

“Ada pola strategi yang jelas untuk membom lahan pertanian, untuk menargetkan daerah di mana petani mencoba menanam makanan, dan sekali lagi, dengan menargetkan nelayan, di mana (tanpa tanaman) orang semakin bergantung pada, ikan dan hasil nelayan untuk bisa makan,” ungkapnya menjelaskan bahwa dalam laporannya ia telah menemui secara langsung para nelayan di pantai Laut Merah di Hudaydah, kepala serikat nelayan, dan petani.

Craig juga menjelaskan bahwa penelitian akademis yang dilakukan mengenai kampanye serangan udara koalisi Arab Saudi beserta koalisinya yang mengungkap data bahwa semenjak diberlakukannya serangan udara ke Yaman sejak tahun 2015, pola serangan koalisi Saudi menargetkan pasokan makanan, petani dan nelayan Yaman, untuk mencegah kemampuan mereka menyediakan makanan bagi diri mereka sendiri, di tambah dengan diberlakukannya blokade.

“ Jadi inilah yang sangat bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan yang kita lihat sekarang, dengan lebih dari 8 juta orang diambang kelaparan, dengan ratusan ribu anak-anak sekarang kelaparan sampai mati. Dan ini telah menjadi kebijakan koalisi Saudi, yang tentu saja didukung oleh negara-negara Barat, termasuk AS. Jadi, mereka terlibat dalam hal itu. Dan itu kelaparan massal 27 juta orang,” jelasnya. (ARN)

About ArrahmahNews (13027 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. PBB: Serangan Saudi Bunuh 136 Warga Sipil Yaman dalam 10 Hari – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: