News Ticker

Korut Tak Gubris Ajakan Perundingan AS

Rabu, 20 Desember 2017,

PYONGYANG, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemerintah Korea Utara sama sekali tidak tertarik dengan gagasan perundingan tanpa prasyarat yang diajukan oleh pemerintah AS, karena mengetahui bahwa bagaimanapun tujuan akhir dari inisiatif tersebut adalah agar Korea Utara mau meninggalkan program nuklirnya.

Sebuah editorial yang diterbitkan pada hari Selasa (19/12)di surat kabar negara Korea Utara Rodong Sinmun mengatakan bahwa Pyongyang mengetahui maksud Washington dalam mengusulkan perundingan itu, jadi masalahnya bukan apakah inisiatif semacam ini akan dilakukan dengan atau tanpa prasyarat.

Baca: Gedung Putih Ambigu Tanggapi Perundingan Tanpa Syarat Tillerson ke Korut

“Pertanyaannya adalah apa tujuan AS,” kata editorial tersebut dalam sebuah tanggapan yang jelas terhadap sebuah proposal baru-baru ini oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, yang mengatakan bahwa Washington siap untuk memulai pembicaraan dengan Pyongyang tanpa menetapkan prasyarat.

“Mari kita bertemu saja. Dan kita bisa berbicara tentang cuaca jika anda mau. Kita bisa membicarakan apakah itu akan menjadi meja persegi atau meja bundar jika itu yang anda sukai, “kata Tillerson pada 12 Desember, menambahkan,” Tapi bukankah setidaknya kita bisa duduk dan saling bertatap muka? Tidaklah realistis untuk mengatakan bahwa kami hanya akan berbicara jika anda datang ke meja perundingan untuk menyerahkan program anda. “

Baca: Korut: Trump Setan Nuklir dan Pengganggu Perdamaian Dunia

Tillerson kemudian merevisi komentarnya setelah Gedung Putih bersikeras bahwa kebijakan AS dalam menangani program senjata Korea Utara tidak berubah. AS telah memimpin upaya internasional untuk menerapkan tekanan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Korea Utara atas pengujian rudal dan bom nuklir negara tersebut baru-baru ini.

Korea Utara, bagaimanapun, menyebut AS dan sekutu-sekutunya mencari konfrontasi nuklir di wilayah tersebut, dengan alasan ancaman berulang oleh Presiden AS Donald Trump.

Rodong Sinmun mengatakan bahwa Gedung Putih sedang mengejar kebijakan yang sama dalam menangani program senjata negara tersebut.

“Mengatakan negara kami hendak ‘benar-benar dihancurkan’ di satu sisi, sementara mengatakan ‘berbicara tanpa prasyarat’ di sisi lain adalah pelaksanaan tekanan maksimum Trump dari kebijakan tekanan dan interupsi maksimum yang bertujuan mengarahkan Korea Utara ke meja perundingan untuk denuklirisasi ” tulis koran tersebut.

Pihak berwenang AS menegaskan lagi bahwa mereka akan menggunakan kekerasan jika perlu untuk memaksa Pyongyang meninggalkan program nuklirnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: