News Ticker

PBB: Serangan Saudi Bunuh 136 Warga Sipil Yaman dalam 10 Hari

Rabu, 20 Desember 2017,

JENEWA, ARRAHMAHNEWS.COM – Sedikitnya 136 warga sipil telah terbunuh dalam serangan udara Saudi selama 10 hari terakhir di Yaman. Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Selasa, dengan kepala badan hak asasi manusia organisasi itu mengutuk serangan-serangan yang telah menciptakan sebuah “neraka” di tanah Yaman tersebut.

Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan telah menghitung 136 warga sipil yang terbunuh dan 87 lainnya cedera dalam serangan di Sanaa, Saada, Al Hudaydah, Marib dan Taez pada antara tanggal 6 dan 16 Desember.

Baca: Hantam Rumah, Serangan Saudi Tewaskan 5 Warga Yaman di Hudaydah

“Kami sangat prihatin dengan lonjakan baru-baru ini yang menimbulkan korban sipil di Yaman akibat serangan udara yang intensif oleh koalisi pimpinan-Saudi,” ungkap juru bicara Rupert Colville kepada para wartawan di Jenewa, sebagaimana dikutip Frence 24, Rabu (19/12).

Arab Saudi telah 1000 hari melakukan kampanye serangan udara penuh teror terhadap masyarakat miskin di negara tetangganya Yaman. Serangan yang semula diklaim hanya akan berlangsung beberapa minggu itu diklaim untuk melemahkan posisi Ansharullah Yaman, namun pada kenyataannya dari sekitar 12.000 hingga 15.000 korban tewas akibat serangan Arab Saudi dan koalisinya adalah warga sipil terutama perempuan dan anak-anak.

Serangan membabi buta Arab Saudi juga secara sistematis menargetkan sumber-sumber air dan makanan bangsa Yaman. Ami Goodman, seorang jurnalis The Times of London dan The Guardian menjelaskan bahwa Arab Saudi secara sistematis telah dengan sengaja menciptakan sistem kebijakan brutal untuk menimbulkan bencana kelaparan di Yaman.

Baca: SADIS! Saudi Bombardir Rombongan Wanita di Upacara Pernikahan Yaman

“Saya pikir ini adalah krisis kemanusiaan benar-benar diciptakan, kebijakan koalisi Saudi tidak hanya memblokade negara tersebut dan membatasi impor makanan (dalam kondisi damai Yaman harus mengimpor 90 persen makanannya) tapi juga kampanye pengeboman, yang saya sebutkan dalam laporan The Guardian, yang telah digunakan untuk secara sistematis menargetkan kemampuan orang Yaman menumbuhkan makanan mereka sendiri atau menyediakan makanan untuk diri mereka sendiri,” ungkap Iona Craig dalam wawancara yang disiarkan pertengahan Desember ini.

“Ada pola strategi yang jelas untuk membom lahan pertanian, untuk menargetkan daerah dimana petani mencoba menanam makanan, dan sekali lagi, dengan menargetkan nelayan, di mana (tanpa tanaman) orang semakin bergantung pada, ikan dan hasil nelayan untuk bisa makan,” ungkapnya menjelaskan bahwa dalam laporannya ia telah menemui secara langsung para nelayan di pantai Laut Merah di Hudaydah, kepala serikat nelayan, dan petani.

Craig juga menjelaskan bahwa penelitian akademis yang dilakukan mengenai kampanye serangan udara koalisi Arab Saudi beserta koalisinya yang mengungkap data bahwa semenjak diberlakukannya serangan udara ke Yaman sejak tahun 2015, pola serangan koalisi Saudi menargetkan pasokan makanan, petani dan nelayan Yaman, untuk mencegah kemampuan mereka menyediakan makanan bagi diri mereka sendiri, di tambah dengan diberlakukannya blokade.

“Jadi inilah yang sangat bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan yang kita lihat sekarang, dengan lebih dari 8 juta orang diambang kelaparan, dengan ratusan ribu anak-anak sekarang kelaparan sampai mati. Dan ini telah menjadi kebijakan koalisi Saudi, yang tentu saja didukung oleh negara-negara Barat, termasuk AS. Jadi, mereka terlibat dalam hal itu. Dan itu kelaparan massal 27 juta orang,” jelasnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: