News Ticker

Analis: AS Tingkatkan Kemungkinan Perang Nuklir

Perang Nuklir Amerika Vs Rusia

Minggu, 24 Desember 2017,

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang penulis dan pensiunan profesor Amerika mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengangkat “kemungkinan perang nuklir yang akan menghancurkan peradaban.”

Baca: McCain; Rusia Telah Kobarkan Perang Melawan AS

James Petras, yang telah menulis lusinan buku tentang isu-isu internasional, menyampaikan pernyataannya tersebut dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Sabtu (23/12) saat mengomentari sebuah pernyataan oleh seorang komandan tertinggi AS yang memperingatkan sebuah perang yang akan segera terjadi dengan Rusia.

Jenderal Robert Neller, komandan Korps Marinir AS yang ditempatkan di Norwegia, pada hari Kamis lalu meminta pasukannya untuk siap dipekerjakan kembali guna menghadapi kemungkinan perang dengan Rusia dan kawasan Pasifik.

Baca: Setelah Timur Tengah, AS Akan Acak-acak Rusia dan Pasifik

“Saya harap saya salah, tapi ada perang yang akanterjadi,” kata Neller kepada pasukan AS saat kunjungannya ke negara Nordik. “Anda dalam pertarungan di sini, sebuah pertarungan informasi, sebuah pertarungan politik, oleh kehadiran Anda.”

Komandan tersebut kemudian menyebut Rusia dan Pasifik sebagai daerah konflik utama berikutnya, dan memprediksi sebuah “pertarungan besar” di masa depan.

“Saya pikir mungkin fokusnya, fokus yang dituju bukan di Timur Tengah,” kata Neller, saat ditanya oleh Marinir tentang di mana pasukan tersebut melihat dirinya bertarung di masa depan. “Fokusnya lebih pada Pasifik dan Rusia.”

Baca: Putin Kecam Strategi Keamanan Baru Donald Trump

Profesor Petras mengatakan bahwa “ini adalah pernyataan yang sangat tidak bertanggung jawab, bahwa bagaimanapun pernyataan ini menimbulkan kemungkinan perang nuklir yang akan menghancurkan peradaban seperti yang kita ketahui.”

“Pernyataan tersebut tidak memiliki hubungan dengan apa yang orang lain perlukan. Sebagian besar pemimpin di dunia melihat kemungkinan perang sebagai peristiwa bencana, bukan sesuatu yang harus dipersiapkan, “katanya.

“Saya pikir, pemerintah Trump dengan sengaja meningkatkan transfer senjata ke Ukraina, juga melakukan latihan militer di Korea Selatan, mengancam Teheran untuk melanggar perjanjian nuklir, [dan] mengumumkan Yerusalem “al-Quds sebagai ibu kota Israel,” katanya.

“Semua ini sangat provokatif dan telah mengisolasi AS dalam banyak hal, serta meningkatkan permusuhan dunia terhadapnya atas semacam visi kekaisaran paranoid tentang bagaimana kita harus menyelesaikan konflik,” analis itu menyimpulkan. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: