News Ticker

Israel di Balik Semua Krisis Timur Tengah

Minggu, 24 Desember 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Isu kota Yerusalem yang diduduki Israel harus mendapat perhatian penuh atas semua masalah di dunia Muslim, yang menggambarkan rezim Tel Aviv sebagai akar penyebab semua krisis di Timur Tengah.

Baca: Presiden Iran: Zionis Israel Biang Kerok Krisis di Timur Tengah

Israel adalah bahaya nyata baik di tingkat regional maupun internasional. Bukan hanya ancaman bagi Palestina. Mereka tidak hanya menduduki tanah Palestina. Mereka ingin berkuasa di Palestina, dan mengendalikan seluruh Timur Tengah … untuk keuntungannya sendiri.

Semua masalah wilayah yang kita jalani berasal dari Israel. Invasi AS ke Irak dimaksudkan untuk melemahkan kekuatan negara Arab … Intervensi Amerika di sejumlah negara Arab juga memperburuk masalah di sana.

Pecahnya konflik Suriah pada bulan Maret 2011 dan kemunculan berbagai kelompok teroris Takfiri di sana adalah plot Israel dan mendukung rezim Tel Aviv. Kapan pun Israel berbicara mengenai negosiasi, mereka meningkatkan perluasan kegiatan permukiman mereka.

Baca: Analis: AS, Israel Ingin Konflik Tanpa Henti di Timur-Tengah

Upaya Arab Saudi untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, adalah pengkhianatan terhadap bangsa Palestina dan Islam. Pengakuan al-Quds oleh Presiden AS Donald Trump sebagai ibukota Israel secara terang-terangan memperlihatkan posisi AS berhadapan dengan isu Palestina.

Pada tanggal 6 Desember, Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Perubahan dramatis dalam kebijakan Washington terhadap kota tersebut memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki, Iran, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Maroko dan negara-negara Muslim lainnya.

Pada hari Kamis, Majelis Umum PBB dengan suara bulat memilih sebuah resolusi yang menyerukan kepada AS untuk menarik pengakuan kontroversialnya terhadap Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel.

Dalam upaya untuk mencegah resolusi tersebut, Trump telah memperingatkan bahwa “kita sedang menonton,” dan akan membalas terhadap negara-negara yang mendukung tindakan tersebut, yang sebelumnya menghadapi veto AS di Dewan Keamanan PBB.

Baca: Atwan: Israel Jerumuskan Saudi dalam Rawa Konflik untuk Hancurkan Timur Tengah

Namun, Israel menolak resolusi badan dunia tersebut sambil berterima kasih kepada Trump atas keputusannya untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Yerusalem al-Quds tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dimana orang-orang Palestina berharap bahwa bagian timur kota pada akhirnya akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka di masa akan datang. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: