News Ticker

Korut: Sanksi Baru PBB Deklarasi Perang

Minggu, 24 Desember 2017

PYONGYANG, ARRAHMAHNEWS.COM – Korea Utara mengatakan bahwa putaran terakhir sanksi yang diberlakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melawan Pyongyang merupakan “tindakan perang” terhadap negara tersebut.

Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara pada hari Jum’at lalu mengenai program pengembangan rudal dan nuklir Pyongyang. Sanksi baru tersebut membatasi ekspor bahan bakar ke negara itu dan meminta pemulangan orang-orang Korea Utara yang bekerja di luar negeri yang kebanyakannya berada di China dan Rusia.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (24/12) bahwa sanksi tersebut sama dengan blokade ekonomi yang lengkap, mengancam bahwa mereka yang mendukung tindakan tersebut akan dianggap “sepenuhnya bertanggung jawab”.

“Negara-negara yang mengangkat tangan mereka untuk menyetujui ‘resolusi sanksi’ ini harus bertanggung jawab sepenuhnya atas semua konsekuensi yang diakibatkan oleh ‘resolusi’ tersebut, dan kami akan memastikan selalu dan untuk selamanya, bahwa mereka akan membayar dengan harga mahal untuk apa yang telah mereka lakukan, “katanya.

China, yang merupakan sekutu utama Korea Utara dan anggota tetap Dewan Keamanan, memilih untuk menyetujui resolusi sanksi tersebut. Beijing, bagaimanapun, menyerukan agar Korea Utara dan negara-negara yang terlibat dalam perselisihan dengan Pyongyang mengenai program senjata, terutama Amerika Serikat untuk lebih menahan diri. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: