NewsTicker

Menlu Italia Kunjungi Libya Ditengah Kontroversi Imigran

Minggu, 24 Desember 2017

TRIPOLI, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri luar negeri Italia, yang telah membantu Libya untuk memerangi imigrasi ilegal ke Eropa, melakukan kunjungan singkat ke Tripoli pada hari Sabtu (23/12).

MEE melaporkan bahwa Angelino Alfano bertemu dengan pejabat pemerintah persatuan yang didukung oleh PBB dan mengunjungi pelabuhan Tripoli dimana sebuah kapal angkatan laut Italia beserta krunya telah membantu para penjaga pantai Libya.

Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni mengatakan awal bulan ini bahwa negaranya merasa bangga atas apa yang telah mereka lakukan terhadap para migran, setelah kelompok hak asasi manusia Amnesty International menuduh Roma dan pemerintah Uni Eropa lainnya “terlibat secara sadar” dalam pelanggaran migran di Libya.

Libya telah lama menjadi pusat transit bagi para migran yang mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa, namun para penyelundup memanfaatkan hal ini untuk meningkatkan bisnis mereka yang menguntungkan dalam kekacauan yang telah melanda negara ini sejak revolusi 2011.

“Akhirnya lampu sorot telah beralih ke situasi hak asasi manusia di Libya, ini kemenangan bagi kita,” kata Gentiloni.

PBB mulai mengevakuasi imigran Afrika dari sejumlah pusat penahanan di Libya yang kondisinya dinilai sangat tidak manusiawi, pada Jumat (22/12). Ini merupakan pertama kalinya UNHCR mengevakuasi langsung para pengungsi di Libya dan mengirimnya ke Eropa.

Ratusan ribu imigran Afrika telah melarikan diri dari konflik atau kemiskinan di negara mereka dan terjebak di Libya. Di Libya mereka berharap dapat membayar penyelundup manusia untuk bisa dikirim ke Eropa melalui Italia.

Pesawat militer C-130 Italia mendarat di sebuah bandara di selatan ibu kota Roma dengan membawa 110 wanita dan anak-anak. Sementara penerbangan kedua diperkirakan akan membawa lebih dari 50 pengungsi di hari berikutnya.

Mereka ditutupi selimut dan dibundel dengan mantel saat turun dari pesawat di malam yang dingin. “Kami sangat berharap negara-negara lain akan mengikuti jalur yang sama,” ujar Vincent Cochetel, Utusan Khusus UNHCR untuk Mediterania Tengah, setelah pesawat pertama tiba.

“Beberapa dari mereka yang dievakuasi sangat menderita setelah ditahan dalam kondisi tidak manusiawi di Libya. Lima dari wanita ini bahkan harus melahirkan di dalam tahanan, dengan bantuan medis yang sangat terbatas,” kata Cochetel.

UNHCR memperkirakan, sekitar 18 ribu imigran saat ini masih ditahan di pusat penahanan yang dikendalikan oleh pemerintah Tripoli. UNHCR berharap dapat mengevakuasi 10 ribu imigran di tahun depan.

Badan amal Gereja Caritas mengatakan, Gereja Katolik Italia akan menyediakan tempat penampungan bagi banyak pendatang baru di seluruh negeri. Hal ini akan dilakukan saat para migran dari Eritrea, Ethiopia, Somalia, dan Yaman menjalani proses permintaan suaka di negara tersebut.

Kedatangan imigran ke Italia telah menurun sebanyak dua pertiga sejak Juli, dari periode yang sama tahun lalu. Pejabat yang bekerja untuk pemerintah Libya yang didukung PBB di Tripoli telah membujuk penyelundup manusia di Kota Sabratha untuk berhenti membawa imigran.

Italia juga memperkuat kemampuan penjaga pantainya untuk mengembalikan kapal-kapal imigran dari Libya. Negara ini akan mengupayakan pintu masuk yang aman bagi para imigran setelah mendapat banyak kritik dari sejumlah kelompok HAM yang berupaya memerangi penyelundupan manusia.

“Hal ini harus menjadi titik kebanggaan bagi Italia. Ini baru permulaan, kami akan terus mencoba membuka koridor kemanusiaan,” tutur Menteri Dalam Negeri Italia Marco Minniti.

Penyelundupan imigran telah semakin berkembang sejak penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011. Lebih dari 600 ribu orang telah melakukan perjalanan berbahaya dengan melintasi Mediterania tengah dalam kurun waktu empat tahun.

UNHCR mengklasifikasikan imigran dari Libya ini sebagai pengungsi “rentan”, yang berarti mereka adalah anak-anak, korban pelecehan, wanita, orang tua, atau penyandang difabel. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: