TERUNGKAP! AS Gagal Bunuh Jendral Bayangan Iran Sejak 14 Tahun Lalu

Senin, 25 Desember 2017

TEHERAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Mantan Duta Besar Iran untuk Yordania, Mostafa Moslehzadeh, mengungkap bahwa AS selama 14 tahun telah gagal dalam berbagai siasat licik mereka untuk membunuh Komandan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Qassem Soleimani, yang juga dijuluki sebagai Jendral Bayangan.

“Berdasarkan dokumen-dokumen AS, Amerika telah berusaha untuk membunuhnya (Jendral Soleimani) sejak tahun 2003. Plot ini telah resmi diangkat di Kongres AS. Juga telah dikatakan bahwa penculikan sejumlah diplomat Iran di luar negeri dilakukan karena para penculik mengira bahwa Jenderal Soleimani ada di antara mereka,” jelas Moslehzadeh, yang saat ini telah menjadi dosen di universitas, dalam sebuah forum di Teheran pada hari Minggu (24/12).

Baca: Jenderal Bayangan: Kepentingan Iran di Irak dan Suriah Tidak Materialistik

Moslehzadeh menekankan bahwa AS menganggap Jenderal Soleimani sebagai penyebab kekalahan dan kegagalan mereka dalam beraksi di kawasan.

Mayjen Qasem Soleimani telah menjadi komandan Pasukan Quds sejak tahun 1998. Meskipun ia mengawasi operasi militer dan klandestin yang bersifat ekstrateritorial, ia tidak bertanggung jawab kepada pemerintah dan Kementerian Luar Negeri Iran, namun dirinya bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran.

Baca: “Shadow Commander” Pimpin Pasukan Gabungan Bebaskan Total Bandara Kuweires

“Soleimani adalah satu-satunya operasi paling kuat di Timur Tengah saat ini dan tidak ada yang pernah benar-benar mengetahuinya,” ujar John Maguire, seorang mantan perwira CIA di Irak, dalam wawancaranya kepada majalah New Yorker pada tahun 2013. Sedangkan menurut The Guardian, “Qassem Suleimani, sang komandan Pasukan Quds adalah dalang Timur Tengah”.

Qasem Soleimani memainkan peran kunci dalam membujuk Rusia untuk meluncurkan operasi militernya di Suriah pada tahun 2015 yang mengubah drastis nasib perang disana. Soleimani dan pasukan Quds-nya memainkan peran yang menentukan dalam menjaga kekuasaan Bashar Assad. Soleimani juga memainkan peran utama dalam menjaga keseimbangan kekuasaan yang mendukung Bashar Assad.

Baca: MENDADAK Qassem Soleimani ke Moskow Bertemu Putin dan Pejabat Militer Rusia

Peran Pasukan Quds di Irak juga sangat diperlukan bagi pemerintahan Baghdad. Sejak invasi Amerika pada tahun 2003, Pasukan Quds memainkan peran utama dalam memobilisasi berbagai faksi politik dan milisi untuk meminimalkan pengaruh Amerika dan memaksimalkan peran Iran di Irak.

Pada satu titik, Soleimani secara pribadi mengirim pesan SMS ke Jenderal David Petraeus selaku komandan AS di Irak dan berkata, “Jenderal Petraeus, Anda harus tahu bahwa saya, Qassem Suleimani, mengendalikan kebijakan Iran dengan hormat terhadap Irak, Lebanon, Gaza, dan Afghanistan. Duta Besar di Baghdad adalah anggota pasukan Quds. Individu yang akan menggantikannya adalah anggota pasukan Quds.”

Mengingat kurangnya transparansi, semula timbul dugaan bahwa peran Pasukan Quds di Irak dibesar-besarkan. Namun, terbukti dari 2014, Pasukan Quds memainkan peran utama dalam perang melawan ISIS.

Baca: Keberadaan Jendral Soleimani di Irak Atas Permintaan Baghdad

Mereka memainkan peran penting dalam membebaskan banyak kota yang berada di bawah kendali ISIS. Ini secara signifikan memperdalam pengaruh Pasukan Quds di Irak. Seorang pejabat senior Irak menyatakan bahwa ketika kota Mosul jatuh, respon cepat Iran, daripada pemboman Amerika, adalah yang mencegah keruntuhan yang lebih luas di Irak.

Sebagai tanggapan terhadap ISIS, Popular Mobilization Forces (PMF) dibentuk pada tanggal 15 Juni 2014 berdasarkan fatwa oleh Ali al-Sistani. PMF adalah organisasi payung yang disponsori negara. Beberapa kelompok penting dalam PMF seperti Brigade Badr memiliki hubungan mendalam dengan Pasukan Quds. Pasukan Quds dianggap sebagai salah satu sponsor utama PMF yang semakin mendapat posisi penting baik di Irak maupun di kawasan. (ARN)

About Arrahmahnews 26671 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

1 Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.