NewsTicker

Memanas! Turki Kecam Keras Penghinaan Menlu UEA atas Penguasa Ottoman

Minggu, 24 Desember 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, ANKARA – Turki berencana mengubah nama sebuah jalan dimana kedutaan Uni Emirat Arab berada, dengan nama penguasa Ottoman, menyusul komentar pedas Menteri Luar Negeri Emirat dalam akun Twitter-nya, yang mencela tokoh sejarah Turki.

Baca: Media-media Saudi dan UEA Abaikan Liputan KTT OKI di Istanbul

Walikota Ankara memerintahkan persiapan untuk mengubah nama jalan tersebut menjadi Fakhreddin Pasha, yang memerintah kota suci Madinah di bawah Kekaisaran Ottoman selama Perang Dunia Pertama antara tahun 1916 dan 1919, kantor berita resmi Turki Anadolu melaporkan pada hari Sabtu.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dalam tweet-nya menuduh bahwa pasukan Ottoman yang dipimpin oleh Fakhreddin Pasha menganiaya orang-orang Arab dan mencuri harta karun serta manuskrip dari Madinah pada tahun 1916.

Sebagai tanggapan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam tweet tersebut pada hari Rabu dan meminta Menteri Luar Negeri UEA untuk “mengenali kedudukannya”!.

Baca: Atwan: Arab Saudi, Mesir dan UEA Telah Mengkhianati Bangsa Palestina

Erdogan mengatakan Fakhreddin Pasha melindungi kota suci dan harta karunnya selama periode itu, dan menambahkan, “Hai orang miskin yang sedang memfitnah kita, di mana nenek moyangmu saat itu?”

Pejabat UEA belum memberikan komentar sehubungan dengan perselisihan tersebut.

Perselisihan diplomatik muncul pada saat Turki berpihak pada Qatar setelah Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha pada 5 Juni, dan menuduh kerajaan mensponsori terorisme dan membuat kawasan tidak stabil.

Keempat negara tersebut juga memberlakukan serangkaian sanksi ekonomi terhadap Doha sementara melarang pesawat Qatar menggunakan wilayah udara mereka. Satu-satunya perbatasan Qatar dengan Arab Saudi juga telah ditutup sebagai hasilnya. Qatar telah menolak klaim tersebut dengan tetap mempertahankan harga diri untuk kebijakan luar negerinya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: