News Ticker

Politisasi Haramain adalah Kebiasaan Arab Saudi

  • HTI Pakai 'Agama' untuk Lawan Pemerintah
  • Jokowi pantau Karhutla
  • Viral Video Emak-emak Fakfak bawa bendera merah putih
  • Mbah Moen Nangis Saat Shalawatan
  • Korlap, Tri Susanti

Jum’at, 5 Januari 2018

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Situs Berita Qatar, Gulf Times, dengan mengutip opini di harian Al-Raya Qatar menyebut bahwa menggunakan ritual keagamaan sebagai senjata untuk menekan mereka yang memiliki perbedaan politik bagi pihak berwenang Saudi bukanlah hal baru.

Dalam editorialnya pada hari Kamis, Al-Raya mencatat bahwa Arab Saudi terus mengambil tindakan sewenang-wenang mengenai hak kebebasan beribadah dan melakukan praktik keagamaan. Praktek-praktek ini termasuk melarang peziarah Qatar memasuki Arab Saudi untuk melakukan umrah meski mereka telah tiba di negara itu dan telah mengeluarkan banyak biaya demi tiba disana untuk beribadah.

Baca: Saudi Deportasi 20 Warga Qatar yang Datang untuk Umrah

Pernyataan ini dimuat harian tersebut setelah pekan lalu pihak berwenang Saudi mendeportasi sekelompok warga Qatar dari bandara Jeddah dan mengembalikan mereka ke Kuwait saat mereka dalam perjalanan untuk melakukan umrah. Tindakan ini merupakan babak baru dalam politisasi ritual keagamaan, yang menegaskan sikap sewenang-wenang Arab Saudi dengan mempolitisasi kegiatan ibadah keagamaan untuk melayani kepentingan politik mereka.

Harian tersebut menambahkan bahwa perilaku semacam itu tidak dapat diterima baik secara religius atau moral dan tidak boleh ditoleransi,menambahkan tuntutan bahwa pihak berwenang Saudi harus menjelaskan posisi kerajaan yang terus melanjutkan politisasi ritus keagamaan dan menggunakannya sebagai alat untuk tekanan politik kendati mereka sendiri pasti paham bahwa ini adalah perilaku yang tidak dapat diterima, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap konvensi internasional, serta bertentangan dengan ajaran Islam, toleransi dan moralitas.

Baca: Qatar: Arab Saudi Gertak Negara-negara Kecil untuk Tunduk

“Tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan untuk mengusir 20 warga negara Qatar yang melakukan perjalanan dari Kuwait untuk melakukan umrah di Tanah Suci dan mengembalikan mereka ke Kuwait setelah dua hari ditahan di bandara dan diperlakukan sewenang-wenang,” bunyi laporan Al-Raya yang dikutip Gulf Times, menekankan bahwa pihak berwenang Saudi harus tanggung jawab untuk masalah peziarah dari Qatar, dan harus sadar bahwa upaya untuk mempolitisasi ritual keagamaan dan mencegah peziarah Qatar melakukan ibadah (di tanah suci) tidak dapat ditolerir dan melibatkan risiko dan konsekuensi yang serius.

Pejabat yang berwenang di Negara Bagian Qatar, seperti Komite Hak Asasi Manusia Nasional, memiliki hak untuk menginternasionalisasi isu ini untuk mempertahankan hak-hak peziarah Qatar, terutama mengingat niat jelas pemerintah Saudi untuk mempolitisasi ritual keagamaan hanya karena mereka terlibat dalam perbedaan politik dengan Qatar. (ARN)

Iklan
  • Kyai Said Aqil Siradj Diserang
  • Wiranto, Penusukan, Kriminal
  • Team SAR
  • Jokowi 'Tabok' Penyebar Hoaks
  • Rudi S. Kamri: Amien Rais, Provokator Sejati Perusak Kerukunan Negeri
  • Paham Wahabi Sesat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: