News Ticker

Kupas Tuntas Perang Yaman Bagian 1

Keterlibatan PBB dalam Perang Yaman

Minggu, 07 Januari 2018,

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Orang-orang Yaman, sebagaimana korban perang lain yang dipaksa menghadapi bencana dan runtuhnya dunia di sekitar mereka, dalam setiap wawancara mereka dengan wartawan asing, selalu bertanya-tanya ‘dimana Komunitas Internasional? Mengapa dunia tidak membantu kami?.

Baca: Warga Sana’a Demo Kecam Sikap Diam PBB atas Kebrutalan Saudi di Yaman

“Meskipun beberapa badan dalam PBB diluar entitas politik, terutama organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan yang lebih independen seperti Program Pangan Dunia, UNICEF, WHO, dll telah melakukan beberapa langkah, namun PBB sendiri telah kehilangan kredibilitas yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir dan reputasinya telah jatuh sebagai akibat dari banyaknya kegagalan mereka menyelesaikan konflik dunia, diamana Yaman adalah contoh kasusnya.

Keterlibatan PBB di Yaman mulai 2011-2014

Di Yaman, tidak seperti negara-negara lain yang secara optimis disebut Arab Spring (Musim Semi Arab), institusi politik PBB telah terlibat aktif sejak tahun 2011. Gerakan populer yang menentang rezim Ali Abdullah Saleh memiliki kekhususan tersendiri, tidak seperti situasi di Tunisia dimana tentara disana lemah, atau di Mesir dimana rakyat mendukung berakhirnya pemerintahan Husni Mubarak, di Yaman, militer secara efektif terbelah. Dengan kekuatan yang cukup merata di kedua sisi, bentrokan pada tahun 2011 itu meninggalkan negara tersebut di ambang perang saudara.

Dari awal 2010, dengan terbentuknya Friends of Yemen, yang mencakup semua negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), negara-negara utama barat, Uni Eropa dan PBB, sekelompok duta besar dari negara-negara itu di Yaman bertemu secara teratur di Sana’a untuk memantau dan mempengaruhi perkembangan. Dan pada bulan April 2011 Sekretaris Jenderal PBB menunjuk seorang Penasihat Khusus untuk Yaman.

Baca: Bungkamnya Media Barat dan Saudi Dihadapan Jerit Tangis Kelaparan Ratusan Ribu Anak Yaman

Penunjukan ini bertepatan dengan perubahan mendasar dalam momentum pemberontakan rakyat, saat konfrontasi militer dimulai. Komunitas internasional, yang diwakili oleh para duta besar ini, menyimpulkan bahwa rezim Saleh tidak lagi layak dan perlu digantikan oleh sebuah rezim yang akan menerapkan agenda ekonomi neo-liberal dan fokus pada kontra terorisme. Meskipun mengklaim akan memimpin proses perubahan di Yaman, Resolusi DK PBB 2014 tidak banyak memperhatikan masalah ekonomi dan sosial yang jauh lebih penting bagi orang Yaman.

Seiring makin dalamnya krisis, dan Saleh tetap menolak untuk berhenti, DK PBB kemudian mengadopsi resolusi 2014 pada bulan Oktober 2011 yang menyerukan ‘proses transisi politik yang inklusif dan teratur, sambil tetap memperhatikan isu ‘peningkatan ancaman dari Al-Qaida di Jazirah Arab itu.

Di samping tekanan lain, Saleh akhirnya menandatangani apa yang kemudian dikenal sebagai Perjanjian Dewan Kerjasama Teluk pada tanggal 23 November di Riyadh. ‘Mekanisme Pelaksanaannya’, yang ditandatangani oleh semua pihak pada tanggal yang sama, mencakup ketentuan bahwa ‘Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa diminta untuk memberikan bantuan terus menerus, bekerjasama dengan lembaga lain, untuk pelaksanaan Persetujuan ini. Hal ini kemudian yang dianggap membenarkan keterlibatan langsung PBB dalam politik internal Yaman.

Baca: Misteri Perang Yaman Terungkap

Peralihan yang diprakarsai oleh Kesepakatan GCC tersebut terjadi selama dua tahun, dimulai dengan pemilihan Wakil Presiden Abdo Rabbo Mansour Hadi ke jabatan Presiden pada tanggal 21 Februari 2012. Penasihat Khusus PBB, serta kelompok duta besar, menjadi peserta  aktif dalam proses di tahun-tahun berikutnya, sehingga berbagi tanggung jawab atas hasil reformasi sektor keamanan, pemerintah persatuan nasional dan Konferensi Dialog Nasional. Karena transisi telah dibahas secara rinci di tempat lain, di sini saya hanya akan mengingatkan pembaca bahwa Utusan Khusus PBB tetap mempertahankan profil tinggi selama periode tersebut; kebanyakan orang Yaman menganggapnya berpihak dan mempromosikan kebijakannya sendiri. (ARN)

Sumber Artikel opendemocracy

About ArrahmahNews (16663 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kupas Tuntas Perang Yaman Bagian 4 – ArrahmahNews
  2. WOW! Yaman Ancam Tutup Jalur Laut Merah jika Saudi Tak Hentikan Agresi – ArrahmahNews
  3. Jendral Yaman: Musuh Tak Lagi Mampu Ancam Kami – ArrahmahNews
  4. Setelah Putin, Al-Mashat Surati Xi Jinping agar Mainkan Peran Hentikan Agresi Saudi – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: