News Ticker

Megawati Geram & Akan Lapor Polisi Karena Ada Penuding Samakan PDIP dengan PKI

Minggu, 07 Januari 2018,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan (Ketum PDIP) Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan kekesalannya lantaran partainya disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Baca: Denny Siregar: Pertarungan Panas Koalisi Gerindra VS PDIP Menuju Pilpres 2019

Hal itu dikatakan Megawati di sela pengumuman pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018). Awalnya Megawati bercerita soal ayahnya, Soekarno yang mendapatkan gelar dari Nahdlatul Ulama (NU).

“Gimana bapak saya diomongin PKI. Padalah dia diberi gelar oleh NU Waliyul ‘Amri Dharuri bi al-Syaukah yang artinya pemimpin pemerintahan yang berkuasa dan wajib ditaati,” kata Megawati.

Lalu, Megawati juga mengaku mendapatkan saran supaya tudingan tersebut tidak perlu didengarkan. “Enak saja PKI sekarang turun ke PDI Perjuangan, opo toh PKI itu? Sampai saya bilang PKI itu nama, bukan singkatan. Lah partai saya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, ideologi kami adalah Pancasila,” kata Mega.

Baca: Polisi Sebut Alfian Tanjung Tak Bisa Buktikan Jejak Komunis di Tubuh PDIP

Dari ucapannya tersebut, Mega ingin mengungkapkan kegeramannya.

“Jadi jangan orang ngomong sembarangan, itu kan menghina. Apa namanya pasal pencemaran lho,” kata Mega. Mega bahkan sempat berpikir untuk mengadukan mereka yang menuduh partainya sebagai Partai Komunis Indonesia.

Baca: Alfian Tanjung Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Tuduhan Istana Sarang PKI

“Saya tuntut lho nanti, ini pencemaran, saya bilang ke pak polisi yang dua ini, tangkap dong. ‘Harus ada yang ngadu bu’. Ya sudah saya ngadu,” katanya.

Menurut Mega, tuduhan soal PKI dan bernada rasisme bahkan sampai berimbas kepada Presiden Joko. Karena itu, Mega sangat menyayangkan hal tersebut. Mega berharap supaya isu PKI tidak lagi dituduhkan kepada partainya.(ARN)

Sumber: Tribun News

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: