Protes atas Kenaikan Harga Gas, Listrik dan Air Berlanjut di Saudi, Satu Pom Bensin Dibakar

Minggu, 07 Januari 2018,

ARRAHMAHNEWS.COM, RIYADH – Orang-orang Arab Saudi berbondong-bondong mengikuti layanan jejaring sosial, untuk melampiaskan kemarahan mereka kepada pemerintah karena menaikkan harga gas domestik dan menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN).

Koran Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London mengatakan pada hari Minggu bahwa warga Saudi yang marah telah mengungkapkan “upah yang tidak mencukupi” di Twitter.

BacaSaudi Naikkan Gaji Personil Militernya untuk Memompa Semangat Perang di Yaman

Menurut berbagai media, kerajaan telah menaikkan hampir dua kali lipat harga bensin dan memperkenalkan lima persen PPN pada sebagian besar barang dan jasa pada hari Senin.

Surat kabar tersebut mengatakan, harga ribuan barang dan jasa telah melonjak, termasuk harga bensin yang telah naik 82-126 persen. Kebijakan ini menimbulkan gelombang kemarahan di Saudi, hastag “gaji tidak cukup” menjadi trending topic Twitter.

Angka pengangguran di Saudi, menurut perkiraan 2016 terdiri lebih dari 5,1 persen dari populasi, telah menciptakan hastag lain yang diberi nama “pengangguran yang terlupakan.”

Baca11 Pangeran Ditahan karena Unjuk Rasa di Istana Saudi

Rekaman baru yang beredar secara online sepertinya menunjukkan warga Saudi membakar sebuah pom bensin untuk memprotes lonjakan harga bahan bakar.

Kerajaan telah mencoba untuk mendiversifikasi ekonominya yang terhuyung-huyung akibat turunnya harga minyak dan perang mahal di Yaman. Harga minyak mentah anjlok tahun lalu setelah Arab Saudi membanjiri pasar dengan minyak tambahan.

Baca: Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”

Bulan lalu, negara yang ekonominya tertekan pada 0,5 pada 2016 memotong subsidi pemerintah untuk pasokan listrik untuk kedua kalinya dalam dua tahun terakhir, hingga menyebabkan kenaikan tajam harga barang.

Pada hari Minggu, jaksa agung Arab Saudi, Saud al-Mojeb, mengkonfirmasi bahwa 11 bangsawan telah ditangkap setelah berkumpul di depan istana untuk memprotes kebijakan pemerintah atas subsidi air dan listrik mereka, surat kabar Sabq melaporkan. Dikatakan bahwa mereka yang ditangkap dipindahkan ke penjara al-Ha’ir di selatan ibukota.

Unjuk rasa terus berlanjut meski ada upaya Raja Salman untuk menenangkan masyarakat pada hari Sabtu dengan menaikan gaji bulanan sebesar 1.000 riyal ($ 266) untuk pegawai negeri.

Pembayaran ke pasukan Saudi yang terlibat dalam perang di Yaman meningkat lima kali lipat dari jumlah pegawai negeri sesuai dengan perintah karena peperangan yang sangat mematikan menjadi semakin tidak menurunkan mental para tentara. (ARN)

Arrahmahnews

Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

https://arrahmahnews.com/

One thought on “Protes atas Kenaikan Harga Gas, Listrik dan Air Berlanjut di Saudi, Satu Pom Bensin Dibakar

  1. hAhaha .. itulah nasib para pengikut Dajjal amerika serikat dan israel

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: