News Ticker

VIDEO: Putin Rayakan Natal Bersama Umat Kristen Ortodoks Lain di St. Petersburg

  • Touring Jokowi
  • Divhumas Polri
  • Mahfud MD, Acara FGD
  • Analis Amerika
  • Kurang Ajar, Video Rocky Gerung Sebut KH Agus Salim "Kambing Berjenggot"
  • Zara Zettira

Senin, 08 Januari 2018

ST. PETERSBURG, ARRAHMAHNEWS.COM – Para pemimpin politik Rusia menghadiri kebaktian Natal yang diperingati negara tersebut pada 7 Januari, sesuai dengan kalender Orthodox Timur.

Presiden Vladimir Putin datang ke Gereja Saints Simeon and Ann di St. Petersburg pada malam 7 Januari, sementara Perdana Menteri Dmitry Medvedev dan istrinya Svetlana memilih Katedral Kristus sang Juruselamat di Moskow, di mana liturgi Natal dipimpin oleh kepala Gereja Orthodok Rusia, Patriark Kirill.

Berbeda dengan umat Nasrani pada umumnya, umat Kristen Ortodoks yang tersebar di Eropa Timur dan Timur Tengah merayakan natal pada Minggu, 7 Januari 2017.

Perbedaan ini karena gereja Kristen Ortodoks masih menggunakan kalender Julian yang berjalan 13 hari lebih lambat dibanding kalender Gregorian yang dipakai dunia internasional.

“Saat kami membuka kalender pada 7 Januari, sejatinya kami melihat tanggal 25 Desember,” kata Pendeta Alexander Morozow dari Gereja Ortodoks Rusia di Canberra, Australia.

Kalender Julian resmi digunakan saat Kaisar Julius memerintah pada tahun 45 sebelum Masehi.

Pada 1582, Paus Gregorius XIII menciptakan kalender baru untuk memperbaiki perbedaan antara tanggalan dan waktu astronomi. Sejak itulah, kalender Gregorian dipakai.

Namun, ketika negara-negara Katolik mengadopsi kalender Gregorian, negara-negara penganut Kristen Ortodoks tetap berpegang pada kalender Julian.

Pada 1923, revisi kalender Julian membuat hari natal bagi umat Ortodoks dirayakan bersama umat Nasrani lain. Namun revisi ini hanya dilakukan sejumlah negara, seperti Siprus dan Rumania.

Adapun Rusia, Ukraina, Serbia, Belarusia, Mesir, Etiopia, Georgia, Kazakhstan, Makedonia, Moldova, dan Montenegro tetap merayakan natal pada 7 Januari.

Meski dirayakan pada tanggal yang berbeda, tradisi natal tetap sama. Mereka sama-sama menghias pohon natal, memberikan kado, dan memasang lingkaran hijau di pintu depan rumah.

Sejumlah negara juga memiliki versi Santa Claus sendiri. Di Rusia, misalnya, sosok kakek tua ramah ini disebut Ded Moroz (Kakek Es). Ia ditemani cucu perempuannya, Snegurochka (Perawan Salju), memberikan kado kepada anak-anak. (ARN)

Iklan
  • Deklarasi dukung Jokowi di Jabar
  • Tulisan Pedas Iyyas Subiakto "Mafia Pilpres"
  • Rudi S. Kamri: Prabowo Sang Petarung yang Selalu Kalah
  • Ikhwanul Muslimin
  • Dina Sulaeman: Pembantaian dan Industri Kebencian (1)
  • Anies Baswedan
  • Sengkuni
  • Demo Massa depan Kantor PKS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: