News Ticker

Rouhani: Trump Gagal Lemahkan Kesepakatan Nuklir Iran

Minggu, 14 Januari 2018

TEHERAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada hari Minggu (14/01) bahwa Amerika Serikat telah gagal untuk melemahkan kesepakatan nuklir antara Teheran dan negara-negara besar, dan memuji kesepakatan tersebut sebagai “kemenangan jangka panjang” bagi Iran.

Pada hari Jum’at lalu Presiden AS Donald Trump menyampaikan sebuah ultimatum kepada negara-negara Eropa penandatangan kesepakatan untuk memperbaiki “ kekurangan mengerikan” dalam pakta perjanjian nuklir dengan Iran, atau Amerika Serikat akan mundur.

“Pemerintah Amerika telah gagal untuk melemahkan kesepakatan nuklir … Trump, terlepas dari usaha berulangnya, telah gagal untuk meruntuhkan kesepakatan tersebut … Kesepakatan tersebut merupakan kemenangan jangka panjang bagi Iran,” kata Presiden Hassan Rouhani dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung di TV pemerintah dan dikutip oleh Reuters.

Sementara itu dalam dukungannya kepada Iran, pemerintah China berjanji akan memainkan peran penting dalam mempertahankan dan melaksanakan kesepakatan nuklir.

“Kesepakatan tersebut belum berakhir. Namun akan menghadapi beberapa faktor rumit yang baru,” ujar Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif melalui telepon sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua.

Wang yang melaksanakan panggilan telepon dalam kunjungannya ke Rwanda itu mengatakan bahwa melaksanakan kesepakatan nuklir adalah tanggung jawab semua pihak yang terkait dan keinginan bersama masyarakat internasional.

“Kesepakatan tersebut akan membantu mempertahankan rezim non-proliferasi internasional, menjaga perdamaian dan stabilitas regional dan memecahkan “isu-isu panas lainnya” di seluruh dunia,” jelas Wang, sebagaimana dilansir dari Reuters, Minggu (14/01).

Ia meminta Iran agar tetap tenang dan terus memenuhi kewajibannya di bawah kesepakatan tersebut.

Pada Jumat (12/01), Trump sepakat menagguhkan sanksi terhadap Iran yang diangkat sebagai bagian dari kesepakatan internasional. Ia mengatakan ini yang terakhir kalinya kecuali, jika Eropa sepakat memperbaiki kekurangan signifikan dalam pakta tersebut.

Ultimatumnya memberi tekanan kepada Eropa pendukung utama dan pihak-pihak dalam kesepakatan internasional 2015 untuk mengekang program nuklir Iran. Ia menginginkan perjanjian tersebut diperkuat dengan kesepakatan terpisah dalam waktu 120 hari.

Menanggapi hal itu, Zarif mengatakan kesepakatan tersebut tidak dapat dinegosiasikan ulang dan bahwa sikap Trump berarti usaha keras untuk merongrong sebuah kesepakatan multilateral yang solid.

Sementara Trump menyetujui pengabaian sanksi tersebut, Departemen Keuangan AS memanaskan situasi dengan mengumumkan sanksi baru yang ditargetkan terhadap 14 entitas dan orang, termasuk kepala pengadilan Iran, Sadeq Amoli Larijani, sekutu dekat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pada Sabtu (13/01), Iran mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pembalasan terhadap sanksi baru tersebut. (ARN)

About ArrahmahNews (16629 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. AS Kirim Tim Diplomatik ke Eropa Bahas Nuklir Iran – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: