Iklan
News Ticker

Impian Wagub DKI Jakarta dan Fatamorgana Investasi Saudi

Arab Saudi Bangkrut

Selasa, 16 Januari 2018,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan investasi yang masuk dari Arab Saudi ke Jakarta sebesar Rp1.000 triliun selama lima tahun.

“Total target investasi kita Rp 1.000 triliun selama lima tahun. Tahun ini Rp 100 triliun dan kita ingin lapangan kerja lahir 200 ribu lapangan kerja,” kata Sandiaga usai menghadiri acara Konferensi Investor Bisnis Real Estate Saudi Arabia di Hotel Ritz Carlton Jakarta Selatan, Senin (15/1).

Baca: Dongeng Nyata Investasi Raja Saudi di Indonesia

Tampaknya wakil Gubenur DKI sedang membuat dongeng, entah untuk menenangkan para pendukungnya yang mayoritas dari kalangan garis keras dan berkiblat ke Arab Saudi, atau sekedar menarik perhatian awak media.

Yang pasti, pernyataan Sandi tidak salah karena hanya sekedar target, tapi dari sisi lain target itu tidak sesuai dengan fakta nilai investasi Arab Saudi di Indonesia.

Jokowi saja pernah mengungkapkan kekecewaannya karena kecilnya nilai investasi Saudi di Indonesia dibanding dengan China.

“Investasi Saudi ke Indonesia Rp 89 triliun. Tapi ya saya lebih kaget saat beliau ke Tiongkok, ke China yang beliau tanda tangani Rp 870 triliun,” ujar Jokowi.

Dengan angka realisasi investasi itu, Arab Saudi berada di posisi 57, di bawah Afrika Selatan yang investasinya mencapai 1 juta dolar AS untuk delapan proyek. Angka itu juga jauh dibandingkan realisasi investasi dari negara Timur Tengah lainnya seperti Kuwait yang mencapai 3,6 juta dolar AS. Bagaimana mungkin wakil Gubenur bisa memenuhi target tersebut, kalau posisi Saudi ada di urutan ke-57?.

Baca: SAUDI BANGKRUT! Kerajaan Kini Sibuk Cari Utang

Mungkinkah Arab Saudi berinvestasi triliunan rupiah?

Arab Saudi diperkirakan akan mengalami defisit anggaran lebih dari 21,6 persen pada 2018, menurut prospek ekonomi regional terbaru IMF. Negara perlu menyesuaikan pengeluaran belanja, IMF mendesak. Bahkan Dana Moneter Internasional memperingatkan dalam sebuah laporan bahwa Arab Saudi mungkin kehabisan aset keuangan dalam lima tahun ke depan jika pemerintah mempertahankan kebijakan saat ini.

Pada tahun 2015 saja, Aset bersih negara itu turun sekitar $ 82 milyar dari Januari hingga Agustus. Pemerintah menjual obligasi negara senilai $ 15 milyar (55 miliar riyal). Defisit anggaran juga menyebabkan PHK dalam proyek-proyek di Arab Saudi.

Sandiaga Salahuddin Uno rupanya sedang ngelindur dengan target 1,000 Triliun dari investor Arab Saudi, yang dapat melahirkan 200 lapangan pekerjaan baru. Bagaimana investor ini akan membangun lapangan kerja di negara lain, kalau di negaranya sendiri angka pengangguran meningkat tajam, sejumlah subsidi dicabut hingga manaikkan harga barang dan kebutuhan pokok, bahkan menimbulkan protes dan bentrokan di istana Qasr Al-Hokm, Riyadh.

Tidak hanya itu, untuk mengatasi defisit Arab Saudi harus menjual 49% saham Aramco sebagai bagian dari upaya untuk menekan defisit.

Baca: BANGKRUT! Arab Saudi Jual Saham Aramco Hingga 49 Persen

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya dikutip harian al-Eqtisadiah Arab Saudi, mengatakan pada Sabtu (24/12) bahwa penjualan akan dilakukan selama periode 10 tahun, dan pendapatan dari penjualan akan digunakan “di dalam dan di luar negeri”.

Penawaran perdana raksasa minyak Aramco diperkirakan akan berlangsung tahun 2018 dengan penjualan awal dari saham lima persen yang akan membentuk tulang punggung dari dana $ 2 triliun aset, yang diduga menjadi dana investasi negara terbesar di dunia.

Selain itu, gelombang penangkapan para pangeran, pejabat dan mantan pejabat pemerintah, dan sejumlah pengusaha, diklaim sebagai kampanye anti-korupsi oleh Bin Salman. Setidaknya dalam penangkapan itu ada pemerasan, dan beberapa diantara mereka telah dibebaskan setelah membayar ratusan milyar dolar atau menyerahkan sejumlah aset perusahaannya kepada pangeran mahkota Arab Saudi.

Pengamat politik Timur Tengah, Abdel Bari Atwan mengatakan bahw agelombang penangkapan itu untuk mengkonsolidasikan kekuasaan Mohammed bin Salman, dan memuluskannya menuju tahta kerajaan dengan membungkam lawan-lawan politiknya.

Baca: Puluhan Bank Saudi Terancam Bangkrut Akibat Putra Mahkota Tak Bayar Utang

Atwan, Editorial surat kabar Rai Al-Youm juga mengatakan bahwa Bin Salman berusaha menarik dana ratusan milyar dolar dari sejumlah kekayaan para pangeran, pengusaha dan pejabat Saudi, untuk menekan defisit dan menjalankan visi 2030.

Sekali lagi, wakil Gubenur DKI Sandiaga Salahudin Uno rupanya sedang ngilindur atau berdongeng tentang mega investasi Arab Saudi di Indonesia. (ARN)

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Wagub Sandiaga Uno: 20 Persen Warga Jakarta Punya Gangguan Kejiwaan – ArrahmahNews

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: