News Ticker

Militan Suriah Ngemis Dana CIA untuk Perangi Iran

Selasa, 16 Januari 2018,

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Para pemimpin militan suriah saat ini dilaporkan tengah berada di AS guna meminta kucuran dana untuk membiayai sebuah program CIA untuk “melawan Iran” yang selama ini tidak bisa berjalan sesuai harapan.

Perwakilan dari Free Syria Army (FSA) dilaporkan menekan AS untuk menghidupkan kembali program bantuan militer kepada militan yang berperang melawan pemerintah Bashar Assad.

Baca: TERUNGKAP! Bantuan Saudi dan CIA Untuk Teroris Jauh Lebih Besar Dari Yang Pernah Diperkirakan

Pada bulan Juli, Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah mengakhiri program bantuan tersebut, untuk menyediakan dan pasokan senjata kepada kelompok militan, yang mencoba mengacaukan situasi Suriah.

Trump diam-diam membenarkan adanya program tersebut kemudian ketika dia menyalahkan Washington Post karena telah membuat “fakta-fakta tentang pembayaran saya yang tiba-tiba, berbahaya, dan boros kepada pemberontak Suriah yang memerangi Assad.”

Mustafa Sejari, seorang pejabat senior di kelompok militan utama Suriah, kini mengatakan kepada Reuters, bahwa mereka mencari kembali program yang diluncurkan di bawah mantan Presiden Barack Obama, namun tidak pernah diakui secara publik.

Baca: Amerika Surga Senjata Bagi Teroris Suriah

Militan anti-Assad ‘mengering dan melemah’

Menurut laporan pada hari Senin, Sejari mengatakan bahwa orang Iran “berkembang tanpa perlawanan serius.” Oleh karena itu, “Sudah saatnya mengubah kata-kata menjadi tindakan.”

Baik Iran maupun Rusia mendukung pemerintah Suriah dalam perang melawan terorisme. Iran telah memberikan dukungan penasehat militer untuk pasukan Suriah atas permintaan Damaskus.

Sejari menegaskan bahwa sejak Presiden Amerika mengakhiri program mendukung militan “moderat”, mereka telah “dikeringkan dan dilemahkan.”

Baca: CIA Danai ISIS Untuk Jalankan Agenda Zionis

“Dengan pernyataan AS tentang perlunya menghadapi pengaruh Iran, faktanya Iran telah berkembang di Suriah sementara pasukan moderat yang didukung oleh Washington melihat bantuan menjadi kering dan melemah,” katanya. “Kami meminta dimulainya kembali bantuan dan menjelaskan bahaya meninggalkan pasukan FSA moderat tanpa dukungan.”

Delegasi FSA termasuk penerima program CIA, yang menyediakan senjata, uang tunai dan pelatihan militan melalui Yordania dan Turki. (ARN)

About ArrahmahNews (13414 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: