News Ticker

AS Bangun Pangkalan Udara Rahasia Terbesar di Suriah untuk Lindungi Kurdi

Rabu, 17 Januari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, SURIAH – Washington membangun sebuah pangkalan udara rahasia di Suriah untuk melindungi pasukan Kurdi yang telah menduduki sebagian besar wilayah, kata laporan media pada hari Selasa.

Surat kabar Addiyar berbahasa Arab mengungkapkan bahwa pangkalan udara AS di Suriah dapat menampung 100 jet tempur dan berada sangat jauh dari pangkalan militer al-Tanf di tenggara Suriah.

Harian tersebut mengungkapkan bahwa pangkalan udara tersebut telah dibangun secara diam-diam untuk melindungi seperempat wilayah Suriah yang diduduki oleh Kurdi.

Ditambahkan bahwa pangkalan udara 3,5 kali lebih besar dari Lebanon (hampir 35.000 km).

Menurut Addiyar, Washington telah memasok Kurdi dengan 300 tank, lebih dari 600 pengangkut personel lapis baja, rudal anti-tank, senjata dan amunisi serta membangun sebuah pangkalan besar di Suriah Utara untuk melindungi mereka dari serangan rudal.

Koalisi pimpinan AS mengumumkan pada hari Minggu bahwa pihaknya menciptakan Pasukan Keamanan Perbatasan baru untuk memerangi teroris di Suriah. Unit yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Suriah dengan Irak dan Turki, serta di sepanjang Lembah Sungai Efrat, diperkirakan terdiri dari 30.000 orang. Veteran SDF akan membuat setengah dari unit, sementara separuh lainnya masih harus direkrut.

Damaskus, Moskow dan Ankara mengecam keras keputusan baru AS membentuk Pasukan Keamanan Perbatasan.

Dukungan militer Amerika Serikat untuk milisi pertama kali dimulai di bawah pemerintahan Donald Trump, sementara Barack Obama yang memberi orang Kurdi senjata dan pelatihan.

Washington juga terus menyediakan pejuang Kurdi dengan lebih banyak perangkat keras militer di Suriah meskipun ada janji Presiden AS untuk mitranya dari Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menghentikan pengiriman senjata ke pejuang Kurdi.

Ankara telah mengatakan pada akhir November 2017, Trump telah memberi tahu Erdogan bahwa dia telah mengeluarkan instruksi tidak boleh diberikan senjata kepada pejuang Kurdi di Suriah.

Menurut laporan, AS berencana menahan pasukannya di Suriah hingga waktu yang tidak ditentukan setelah kekalahan ISIS. Washington telah membenarkan penempatan pasukan darat di Suriah, yang melanggar kedaulatan Suriah, dengan mengutip kebutuhan untuk melawan ISIS. [ARN]

About ArrahmahNews (13419 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: