NewsTicker

HRW Desak PBB Jatuhkan Sanksi pada Putra Mahkota Saudi atas Kejahatan Perang

Jum’at, 19 Januari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Human Rights Watch (HRW) telah meminta PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada para pemimpin militer Arab Saudi, termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang juga menjabat sebagai menteri pertahanan, atas kejahatan perang yang dilakukan dalam perang Yaman.

Organisasi hak asasi manusia yang berbasis di New York, mengatakan dalam Laporan Dunia 2018 pada hari Kamis bahwa Arab Saudi yang telah melancarkan kampanye militer di Yaman sejak Maret 2015, telah berulang kali menyerang daerah-daerah pemukiman sipil dan miskin di negara tersebut.

Kerajaan juga telah memperdalam krisis kemanusiaan di Yaman dengan memberlakukan blokade, menghancurkan infrastruktur dan membatasi akses pekerja kemanusiaan ke negara yang dilanda konflik.

BacaTrump Dibalik Suksesi Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman.

Sarah Leah Whitson, direktur HRW untuk Timur Tengah, mengutuk kejahatan perang yang dilakukan di Yaman selama hampir tiga tahun terakhir, dan menyatakan “Sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap para pemimpin Houthi harus diperluas ke pemimpin militer koalisi pimpinan Saudi, termasuk Menteri Pertahanan Saudi Mohammed bin Salman, atas peran mereka dalam menghalangi bantuan dan pelanggaran lainnya.”

HRW menuduh Arab Saudi dan sekutu-sekutunya menggunakan senjata konvensional dan munisi tandan dalam serangan udara “tanpa pandang bulu dan tidak proporsional” mereka di Yaman yang telah membunuh ribuan warga sipil.

Kelompok hak asasi manusia tersebut juga mencatat bahwa mereka telah mendokumentasikan enam serangan udara mematikan Saudi sejak Desember 2017.

“Aksi militer koalisi telah melanggar UU perang yang membatasi bantuan kemanusiaan dan menghancurkan benda-benda yang penting bagi kelangsungan populasi sipil,” HRW mengatakan dalam laporannya.

BacaDokumen; AS Terlibat Dalam Kejahatan Perang di Yaman.

“Pelanggaran ini, dan juga ketidakmampuan koalisi untuk melaporkan penderitaan penduduk sipil, menunjukkan bahwa koalisi mungkin melanggar larangan penggunaan kelaparan sebagai metode perang, yang merupakan kejahatan perang,” laporan tersebut menambahkan.

Laporan HRW selanjutnya merujuk pada keterlibatan pasukan Barat dalam perang di Yaman, dan menuntut PBB untuk memasukkan pemimpin Saudi dalam daftar hitamnya.

Sementara itu, Whitson mengatakan kepada wartawan bahwa “AS, Inggris, Prancis dan lainnya mempertaruhkan keterlibatan dalam serangan udara koalisi yang tidak sah dengan terus memberikan senjata ke Arab Saudi.”

BacaKupas Tuntas Perang Yaman Bagian 1.

“Dihadapkan dengan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, pemerintah harus mendesak PBB untuk memberlakukan sanksi terhadap para pemimpin Saudi, tidak menjual lebih banyak bom untuk digunakan di pasar, sekolah, dan rumah sakit Yaman,” tambahnya. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: