News Ticker

Kelompok Bersenjata Serang Hotel Termewah di Kabul, Para Tamu Disandera

Minggu, 21 Januari 2018

KABUL, ARRAHMAHNEWS.COM – Sekelompok pria bersenjata menyerang Hotel Intercontinental di ibukota Afghanistan, Kabul, dengan menembaki para tamu.

“Empat penyerang berada di dalam gedung tersebut,” seorang pejabat di badan intelijen Afghanistan mengatakan kepada AFP pada hari Sabtu (20/01), menambahkan bahwa mereka “menembaki para tamu.”

Pejabat yang tidak disebutkan namanya dari Direktorat Nasional Keamanan mengatakan lantai empat hotel itu terbakar. Menurut sumber keamanan para penghuni di dalam hotel bersembunyi di lantai dua.

Menurut Najib Danish, juru bicara kementerian dalam negeri, serangan tersebut dimulai sekitar pukul 21:00 waktu setempat (16:30 GMT). Ia mengatakan bahwa bagaimanapun tidak ada rincian langsung mengnai kemungkinan korban, menambahkan bahwa penyerang tampaknya menyertakan orang-orang yang dilengkapi dengan rompi peledak.

Manager hotel, Ahmad Haris Nayab, yang berhasil menyelamatkan diri tanpa terluka, mengatakan, para penyerang memasuki hotel dan orang-orang menghambur ke luar di tengah serbuan tembakan senjata api di semua bagian. Namun, Nayab mengatakan ia tidak punya informasi soal kemungkinan adanya korban.

Insiden terjadi beberapa hari setelah kedutaan besar Amerika Serikat mengeluarkan peringatan soal kemungkinan serangan terhadap hotel-hotel di ibu kota negara Afghanistan itu.

Danish mengatakan, para penyerang, yang masuk lewat dapur, tampaknya termasuk pengebom bunuh diri.

Listrik terputus setelah ledakan awal di hotel yang berada di puncak bukit itu, sementara hingga kini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan terbaru yang terjadi di Kabul tersebut.

Intercontinental adalah satu dari dua hotel mewah utama di Kabul. Hotel yang terletak di puncak bukit dan dijaga ketat seperti kebanyakan fasilitas umum lainnya di Kabul, juga pernah mengalami serangan oleh para gerilyawan Taliban pada 2011.

Interncontinental sebelumnya dijadwalkan menjadi tempat penyelenggaraan konferensi teknologi informasi pada Minggu ini. Menurut Ahmad Waheed, pejabat di kementerian telekomunikasi, ada lebih dari 100 manager dan insinyur teknologi informasi yang berada di lokasi ketika serbuan terjadi.

Pada hari Kamis, Kedubes Amerika Serikat di Kabul mengeluarkan peringatan kepada para warga negaranya dengan mengatakan “Kami mengetahui ada sejumlah laporan bahwa kelompok-kelompok garis keras kemungkinan sedang merencanakan serangan ke hotel-hotel di Kabul”.

Kendati misi Dukungan Tegas pimpinan NATO mengatakan, Taliban telah berada di bawah tekanan setelah Amerika Serikat meningkatkan bantuannya bagi pasukan keamanan Afghanistan dan meningkatkan serangan udara terhadap para gerilyawan, kondisi keamanan masih genting.

Setelah beberapa serangan terjadi di Kabul, termasuk pada Mei tahun lalu ketika sebuah kendaraan pengebom di luar kedutaan besar Jerman menewaskan setidaknya 150 orang, keamanan telah diperketat di daerah-daerah kantor pemerintahan dan diplomatik.

Kendati memiliki nama yang sama, Hotel Intercontinental di Kabul bukan merupakan bagian dari InterContinental Hotels Group (IHG).

IHG pada 2011 mengeluarkan pernyataan “hotel Inter-continental di Kabul bukan dan tidak pernah menjadi bagian dari IHG sejak 1980”. (ARN)

About ArrahmahNews (14665 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: