News Ticker

Trump: Tak Seharusnya Bayi Dilahirkan setelah 9 Bulan dalam Kandungan

Minggu, 21 Januari 2018

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden AS Donald Trump sekali lagi membuat mereka yang mendengar pidatonya bingung dengan pernyataan aneh. Kali ini ia telah mengkritik undang-undang yang memungkinkan bayi untuk dilahirkan pada bulan kesembilan kehamilan, meminta hal itu untuk diubah.

Dihadapan ribuan orang yang berkumpul di Washington National Mall pada hari Jumat (19/01) untuk melakukan demonstrasi anti-aborsi, Trump mengatakan bahwa “salah” bagi wanita untuk melahirkan pada bulan kesembilan kehamilan.

“Saat ini, di sejumlah negara bagian, undang-undang mengizinkan bayi dilahirkan dari rahim ibunya pada bulan kesembilan. Itu salah, harus diubah,” katanya melalui sebuah link video dari Gedung Putih.

Dia membuat komentar ini saat mencoba mengkritik aborsi yang dimulai pada trimester ketiga. Namun pernyataan aneh tersebut malah membuat orang menggaruk-garuk kepala mereka, berpikir apakah presiden AS itu mencoba menulis ulang undang-undang biologis dan penciptaan manusia.

Dalam sambutannya, Trump mungkin bermaksud meminta legislator untuk melarang aborsi di akhir masa kehamilan. Kurang dari 1,4 persen dari semua aborsi di AS terjadi setelah 21 minggu kehamilan, menurut Planned Parenthood, diperkirakan 80 persen di antaranya terjadi karena cacat lahir. (ARN)

About ArrahmahNews (14665 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: