News Ticker

Ledakan Bom Guncang Pasar Thaliland, 3 Orang Tewas dan 22 Lainnya Luka-luka

Senin, 22 Januari 2018

ARRAHMAHNEWS.COM, THAILAND – Ledakan bom mobil guncang sebuah pasar di Thailand selatan, pada Senin pagi, menewaskan tiga warga sipil dan melukai 22 lainnya. Ini merupakan serangan pertama di wilayah yang mayoritas berpenduduk Muslim setelah berbulan-bulan dalam kondisi tenang.

Thailand Selatan, yang berbatasan dengan Malaysia dan berbeda secara budaya, telah melakukan pemberontakan melawan rezim, sejak tahun 2004 telah menewaskan 7.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil.

Jumlah korban tewas pada 2017 adalah yang terendah dalam 13 tahun konflik, sementara perundingan damai berlanjut dan tentara Thailand memperkuat blokade di wilayah selatan.

Namun bom yang mengguncang pada hari Senin, yang menargetkan pasar padat di Yala, sebuah kota yang sering dikunjungi oleh umat Buddha dan Muslim, mengindikasikan kembalinya kekerasan di kawasan tersebut.

“Para tersangka memarkir sepeda motor di depan kios yang menjual daging babi di pusat Yala,” kata seorang polisi, yang meminta untuk tidak diidentifikasi. “Bom meledak sepuluh menit kemudian, menewaskan tiga warga sipil.” “Ini adalah serangan besar pertama di Yala tengah dalam dua tahun dan ini cukup berbahaya karena sejumlah orang telah tewas atau terluka,” katanya.

Masih belum jelas apakah bom itu diletakkan di depan kios yang menjual daging babi, atau hanya kebetulan saja. Sementara yang terluka dibawa ke rumah sakit utama di Yala.

Seorang juru bicara militer provinsi mengkonfirmasi jumlah korban tewas, dan menambahkan bahwa 22 orang terluka dan “sebagian besar luka ringan.”

Selama beberapa dekade, Thailand, yang telah menjajah daerah selatan tempat orang-orang Malaysia tinggal selama hampir satu abad, menghadapi pemberontak yang mencari otonomi yang lebih besar, namun konflik tersebut mencapai tahap terburuk pada tahun 2004.

Kedua kelompok baik pemberontak dan pasukan keamanan Thailand telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Sel-sel militer pemberontak misterius yang beroperasi dari desa-desa terpencil dan dari perbatasan hutan dengan Malaysia dalam beberapa bulan terakhir berhenti menargetkan warga sipil di tengah kecaman kritik terhadap teknik ini.

Tapi serangan Senin bisa menandai fase baru yang berbahaya dalam taktik mereka. “Jika ini adalah pekerjaan pemberontak, ini adalah tanda atas hal-hal yang akan terjadi dan sebuah pesan keras kepada pihak berwenang bahwa mereka akan menyerang target dengan mudah,” kata analis independen Don Bathan. [ARN]

About ArrahmahNews (15869 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: